Tradisi Wanita Suku Hamar, Rela Dicambuk untuk Buktikan Cintanya pada Kekasih

Selasa, Juni 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Tradisi wanita suku Hamar di Ethiopia (en.wikipedia.org)

TRADISI wanita suku Hamar, Ethiopia membuktikan rasa cintanya kepada pria sungguh ekstrem. Mereka rela dicambuk punggungnya berulang kali oleh sang kekasih sampai berdarah.

Ritual cambuk ini jadi prosesi adat pra pernikahan. Artinya jika si wanita yang dicambuk menerima dengan sabar ujian itu, maka dia pun dinyatakan siap menikah dengan pria yang mencambuknya.

Suku Hamar mendiami Lembah Omo di ujung barat daya Ethopia masih hidup dengan nilai tradisional yang kental. Berbagai ritual adat termasuk yang ekstrem masih mereka jaga dengan baik termasuk mencambuk wanita.

Sebelum pernikahan misalnya, pria suku Hamar akan diharuskan dulu menjalani prosesi melompati hewan ternak seperti sapi atau banteng sebanyak tiga ekor.

Namun sebelum melompati hewan, pria itu harus mencabuk dulu punggung wanita yang dipilih untuk dijadikan istri, menggunakan ranting pohon. Tak main-main, wanita dicambuk beberapa kali sampai berbekas lebam bahkan bisa berdarah. Semakin keras cambukan maka bisa dilihat seberapa besar rasa cintanya.

Meskipun demikian wanita -wanita yang dicambuk ini tidak merasa keberatan. Malahan mereka bangga karena bisa mengungkapkan perasaannya kepada pria yang dicintainya. Bahkan satu sama lainnya kerap memamerkan hasil cambukan tersebut.

"Wanita Suku Hamar menunjukkan scarifikasi ritual di punggungnya. Bekas luka bahu murni untuk kecantikan dan diciptakan dengan menggosok abu ke luka tersebut," tulis akun @hidden.secretes.of.the.world.

Supaya mengatasi sakitnya rasa cambukan itu, sebelumnya para wanita itu akan mengolesi punggungnya dengan minyak terlebih dahulu. Maka saat cambuk melayang ke kulitnya, ini menurutnya akan mengurangi rasa sakit.

Apabila wanita sudah melewati ritual tersebut, maka dari pihak pria baru boleh menikahi wanita yang telah dicambuknya itu.

Selain itu, bekas cambukan itu juga sebagai penanda bahwa sebelumnya wanita tersebut masih perawan atau belum pernah menikah. Rata-rata pria suku Hamar sendiri lebih memilih menikahi gadis.

Sementara wanita yang sudah menikah atau menjadi janda, kemudian ada yang ingin memminangnya, maka ritual cambukan itu akan dilakukan lagi sebelum menikah.

Sementara itu menurut sejarah, Suku Hamar terletak di ujung barat daya Ethiopia ini mendiami lembah Omo. Sebanyak 25 ribu orang Suku Hamar mendiami lembah Omo. Mereka merupakan orang-orang yang kuat. Kegiatan keseharian mereka isi dengan mengembala, menanam tanaman, dan memelihari ternak, yang sangat bernilai tinggi.


Sumber : okezone.com

0 comments: