20 Alat Musik Sumatera Utara dan Cara Memainkannya

Kamis, Juli 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Budaya Batak di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Foto: Ristiyanti Handayani/d'Traveler

- Alat musik Sumatera Utara ternyata memiliki banyak ragam dengan aneka cara memainkannya. Ada yang dipukul, ditabuh, dan ditiup hingga muncul nada yang terdengar merdu dan khas.
Dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, yuk kenali 20 alat musik dari Sumatra Utara!

Jenis Alat Musik Tradisional Khas Sumatera Utara


1. Pangora
Pangora merupakan alat musik sejenis gong jawa, bentuknya pun relatif sama. Namun bedanya, Pangora berbunyi 'pok'.


Hal itu disebabkan karena Pangora dipukul dengan stik, sementara bagian pinggirannya diredam dengan pegangan tangan. Untuk ukuran pangira paling besar adalah berdiameter 37 cm dengan ketebalan sekitar 6 cm.

2. Garantung
Garantung atau dibaca garattung adalah alat musik Batak Toba yang terbuat dari kayu dengan lima bilah nada. Klasifikasi instrumen Garantung termasuk ke dalam kelompok Xylophone.

Selain sebagai pembawa melodi, Garantung juga berperan jadi pembawa ritem variable di lagu-lagu tertentu. Cara memainkannya adalah dengan Mamalu atau memukul lima bilah nada.

Alat musik ini terdiri dari tujuh wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonator. Alat pukul garantung adalah dua buah stik, tangan kanan untuk memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dan tangan kiri sebagai pembawa melodi dan ritme.

3. Keteng-keteng
Keteng-keteng merupakan alat musik pukul tradisional dari Suku Karo, Sumatra Utara. Berbahan dasar bambu, Keteng-keteng memiliki panjang sekitar setengah meter dengan senar dari kulit bambu itu sendiri.

Alat pemukulnya pun terbuat dari potongan bambu yang terdiri dari dua buah. Keteng-keteng ditabuh seperti drum, hasilnya adalah suara khas dari perpaduan suara yang unik antara sumbu bambu yang dipukul dan senar.

4. Doli-doli
Doli-doli merupakan alat musik dari empat bilah kayu yang dimainkan dengan ditiup. Berasal dari Sumatera Utara, jenis alat musik ini banyak dijumpai di daerah nias.

5. Gonrang
Hampir sama dengan Gordang, Gonrang merupakan alat musik tradisional Sumatera Utara yang mirip dengan gendang. Gonrang banyak dijumpai di daerah Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Cara memainkannya adalah dipukul.

6. Hepetan
Hepetan berasal daerah Tapanuli. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik, hampir mirip dengan kecapi.

7. Sulim/Suling
Sulim adalah alat musik tiup yang terbuat dari bambu seperti seruling atau suling. Ada enam lubang nada, tiap lubagnya memiliki jarak satu sama lain berdasarkan pengukuran tradisional, sehingga menghasilkan suara yang berbeda.

Sulim menjadi alat tradisional Sumatra yang paling sering ditemukan, sebab pembuatannya tergolong mudah.

8. Aramba
Alat musik yang satu ini berbentuk seperti bende dan berasal dari Pulau Nias Sumatera Utara. Aramba terbuat dari tembaga, kuningan, suasa dan nikel. Aramba dimainkan oleh satu orang dan berperan sebagai pembawa pola irama.

9. Sarune
Sarune adalah salah satu alat musik tradisional; khas suku Batak Karo dan Toba di Sumatra Utara. Dimainkan dengan cara ditiup, alat musik ini adalah melodi dalam ensambel dari Gendang Lima Sedalanen.

Sarune tergolong dalam aerophone atau alat musik tiup/ alat musik yang menghasilkan bunyi akibat getaran udara. Masyarakat adat Batak Karo dan Toba memakai Sarune di dalam acara khusus, seperti upacara adat, pernikahan, kematian dan lain sebagainya.

10. Serune Kalee
Serune Kalee ini merupakan instrumen tiup khas Aceh Musik yang sudah dimainkan sejak dahulu. Instrumen ini populer dimainkan di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat.

Kata Serune Kalee mengacu pada dua hal berbeda. Pertama ke kuningan Serune tradisional Aceh yang sering dimainkan bersama Rapai, sementara Kalee merupakan nama sebuah desa di Laweung, Pidie.

11. Gordang Sambilan
Gordang Sambilan merupakan salah satu kesenian Tradisional suku Mandailing. Gordang berarti gendang atau bedug, sedangkan sambilan adalah sembilan.

Gordang Sambilan biasanya dimainkan oleh enam orang dengan nada gendang. Dahulu, alat musik pukul ini hanya dimainkan pada acara-acara sakral.

Seiring dengan berkembangnya kultur sosial masyarakat saat ini, gordang sambilan sudah sering ditampilkan dalam acara pernikahan, penyambutan tamu dan hari besar. Menjadi salah satu warisan budaya Indonesia, gordang sambilan juga pernah dimainkan di Istana Presiden.

12. Hasapi
Hasapi merupakan sebuah instrumen yang berasal dari Batak Toba, Sumatra Utara. Alat musik ini tergolong ke dalam instrumen Chordofone bersenar dua yang media bunyinya berasal dari getaran dawai.

Cara memainkannya adalah dengan cara dipetik menggunakan alat bantu yang mirip pick gitar. Pada zaman dahulu terbuat dari tanduk kerbau, namun sekarang digantikan dengan instrumen pemetik senar gitar.

Dalam pemakaiannya, Hasapi terdiri dari dua jenis, yaitu Hasapi Ende/Indung atau hasapi yang berfungsi sebagai pembawa melodi, biasanya bentuknya lebih besar dan Hasapi Doal atau hasapi yang berfungsi sebagai peniru bunyi gong dan memainkan ritem, biasanya bentuknya lebih kecil dari hasapi ende. Pada umumnya, hasapi dimainkan oleh dua orang pemusik

13. Ole-ole
Ole-ole adalah alat musik tradisional tiup dengan yang bagian badannya terbuat dari batang padi, sementara, resonatornya dibuat menggunakan daun kelapa.

Ole-ole merupakan alat musik sederhana yang dibuat menggunakan satu batang ruas padi. Alat musik ini bisa dimainkan secara solo.


14. Balobat
Balobat atau bisa disebut 'beluat' merupakan alat musik tradisional suku Karo, salah satu sub-etnik Batak yang berada di utara Danau Toba. Bentuknya menyerupai suling dan terbuat dari seruas pucuk bambu berukuran sejengkal jari tangan.

Alat musik yang dimainkan dengan ditiup ini memiliki lubang nada sebanyak enam buah dan bisa dimainkan secara solo dan ansambel. Balobat punya tangga nada lagu minor maupun mayor dan menciptakan susunan nada pentatonik yang melankolis bergaya khas budaya Karo

15. Druni Dana
Druni Dana dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari kayu yang dipotong dan dibentuk. Alat musik dari Pulau Nias ini mengeluarkan suara ketika bambu saling beradu.

16. Gung dan Penganak
Penganak dan Gong ini digolongkan dalam alat musik idiophone (bergetar untuk menghasilkan suara). Perbedaan keduanya dengan gong nusantara yang ada adalah pada ukuran dan lebar diameternya.

Ukuran diameternya yaitu 68 cm dan penganaknya sekitar 16 cm. Gong dan penganak terbuat dari logam kuningan, sementara alat pemukulnya, palu-palu terbuat dari kayu dengan benda lunak di ujungnya yang biasanya dikaitkan dengan kain.

17. Gendang Singindungi
Gendang Singindungi memiliki kesamaan dari sisi bahan, bentuk, ukuran dan cara pembuatan dengan gendang singanaki. Perbedaannya terletak pada gendang mini yang disebut gerantung. Ukurannya 11,5 cm dan diikat di sisi badan gendang singanaki. Cara memainkannya dengan dipukul dengan sebuah alat.

Gendang singidungi menghasilkan bunyi naik turun melalui teknik permainan tertentu, sementara gendang singanaki tak memiliki teknik tersebut, sehingga bunyinya tak bisa naik turun.

18. Gendang Sisibah
Gendang sisibah merupakan ensambel musik masyarakat Pakpak berupa sembilan gendang. Dimainkan dengan dipukul, satu sisinya diletakkan dalam satu rak yang dipukul dengan stik.

19. Odap
Odap merupakan salah satu alat musik dari Batak Toba berupa gendang dari dua sisi yang berperan sebagai pembawa ritem variable. Instrument ini dimainkan untuk lagu-lagu tertentu dalam gondang sabangunan serta sering digunakan saat pawai.

Cara memainkannya adalah bagian gendangnya dijepit dengan kaki, kemudian dipukul dengan alat pukul. Bunyi yang dihasilkan adalah dap.. dap..

20. Oloan
Oloan dimainkan secara bersamaan dengan tiga buah gung lain dalam satu ensambel, sehingga totalnya ada empat buah dan juga dimainkan dengan empat pemain. Keempat gung ini disebut dengan ogung, tapi masing-masing penamaan ogung dibedakan berdasarkan peranannya dalam ensambel musik.

Oloan dipukul pencunya dengan stik yang terbuat dari kayu dan pangkal ujungnya dilapisi dengan kain atau karet. Alat musik dari Batak Toba ini terbuat dari bahan metal atau perunggu dengan bahan metal/perunggu dengan sistem cetak.

Saat ini alat musik Oloan sudah banyak terbuat dari bahan besi plat yang dibentuk sedemikian rupa. Gung oloan berukuran garis menengah kurang lebih 32,5 cm, dengan tinggi 7 cm dan bendulan (pencu) di tengah dengan diameter kurang lebih 10 cm.


Sumber : detik.com

0 comments: