5 Kota Paling Boros Listrik di Asia, Ini Daftarnya

Rabu, Juli 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi Listrik. Foto: Unsplash
Bayangkan jika listrik mati serentak di satu negara, tentu kekacauan akan terjadi di mana-mana. Dan hal itu bukan tak pernah terjadi.
Mengutip dari laman kumparan, India pernah mengalami mati listrik pada Juli 2012 dan menyebabkan kemacetan parah. Tidak hanya itu, ratusan penambang di negara bagian Bengal Barat terjebak di dalam tambang batu bara karena lift tak teraliri listrik.
Yap, listrik memang sekrusial itu. Indonesia sendiri termasuk negara yang per tahunnya terus meningkat jumlah konsumsi listriknya. Peningkatan itu mulai terjadi sejak tahun 2015 dan terus meningkat hingga saat ini. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2017 sebesar 6,8%, sementara peningkatan terendah terjadi pada 2020 sebesar 0,4%.
Lantas apakah Indonesia termasuk negara paling boros listrik di Asia? Temukan jawabannya di bawah ini.

Kota Paling Boros Listrik di Asia

Bersumber dari laman NS Energy Business, ini dia daftar kota yang paling boros listrik di Asia. Yuk, simak informasinya hingga selesai.

1. Beijing, China


Sebagai negara dengan jumlah populasi yang banyak, maka tidak heran jika China menempati podium tertinggi sebagai negara dengan penggunaan listrik terbanyak. Tidak hanya di Asia, tapi juga terbanyak di seluruh dunia. Penggunaan listrik mereka mencapai lebih dari 6.3 triliun kilowatt per jam (kWh).
Dikutip dari China Electricity Council, dari Januari hingga April 2019, negaranya mengkonsumsi listrik melebihi 2.23 triliun kWh, menunjukkan bahwa ada peningkatan dari tahun ke tahun sebesar 5.6%. Dengan ini, tidak salah jika China masuk dalam daftar kota terboros listrik di Asia.

2. New Delhi, India


Menyusul China, terdapat India yang konsumsi listriknya mencapai 1.54 triliun kWh. Bahkan diramalkan angkanya akan mencapai 4 triliun di 2030.
Sumber listrik di India 80% dari batu bara. Namun, karena tingginya penggunaan listrik mereka, India mulai mengembangkan pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan.
Bersumber dari laman esdm.go.id, India memanfaatkan energi angin. Pemerintah India mewajibkan perusahaan listrik untuk menggunakan sumber energi terbarukan sebesar 5% dari total listrik yang dibangkitkannya. Kewajiban ini telah dimulai sejak tahun 2009.
Di samping energi angin, India pun menggunakan biomassa. Di 2022, India berencana untuk memperoleh kapasitas 175 juta kWh, dengan konsumsi energi tersebut diestimasi bisa mencapai hingga 1895 terawatt per jam (TWh).

3. Tokyo, Jepang

Di Jepang, siang dan malam tak ada bedanya. Meski matahari telah tenggelam, kota ini masih terang benderang. Makanya, tidak heran jika negara ini termasuk dalam daftar penggunaan listrik terbesar di Asia, dengan konsumsi sebesar 0.93 triliun kWh.
Sumber listrik Jepang sendiri adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air setelah terjadi musibah nuklir di Fukushima Daiichi pada Maret 2011. Dari situlah, gemerlap kota Tokyo yang memiliki 33 juta penduduk tidak pernah surut.

4. Seoul, Korea Selatan

Korea Selatan yang penuh hiburan menempati urutan keempat sebagai negara yang mengkonsumsi listrik terbanyak di Asia. Energi listrik yang mereka gunakan mencapai rata-rata 17.70 juta kWh, merujuk pada data bulanan antar Januari 1979 hingga September 2019.
Berdasarkan laporan Korea Electric Power Corp. (KEPKO), penggunaan listrik per kapita di Korea Selatan pada 2018 adalah 10.200 kWh, 3.3% lebih banyak dari jumlah konsumsi mereka pada tahun 2017. Jumlah tersebut lebih banyak dari Jepang, Jerman, dan Prancis.

5. Riyadh, Arab Saudi

Terakhir adalah Arab Saudi, negara ini mengkonsumsi energi sebanyak 289,929.15 juta kWh pada Desember 2018. Jumlah tersebut lebih banyak 1.000 juta kWh dibandingkan 12 bulan sebelumnya.
Dalam data yang bersumber dari International Energy Agency (IEA), Enerdata Statista, 2021, Arab Saudi juga termasuk negara yang boros dalam konsumsi listrik per kapitanya. Di antara semua negara G20, Arab Saudi menempati posisi kelima.
Nah, itu dia daftar kota yang boros listrik di Asia. Ternyata Indonesia tidak termasuk ke dalam lima besar. Namun, pada 2014, mengutip laporan ICASEA, Indonesia menempati ranking 1 sebagai pengguna pendingin udara paling banyak, yaitu mencapai 72% per tahunnya, melebih rata-rata negara ASEAN yang hanya 30%. Jadi, yuk tetap menghemat listrik demi lingkungan.

Sumber : kumparan.com

0 comments: