5 Tradisi Idul Adha di Indonesia, Salah Satunya Jemur Kasur Beramai-ramai

Jumat, Juli 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustradi Tradisi Idul Adha. Foto: Rina Nurjanah/Kumparan
Sebentar lagi umat Muslim akan menyambut Hari Raya Idul Adha 2022. Di momen ini, umat Muslim akan memperingati peristiwa di mana Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya Ismail untuk disembelih yang kemudian digantikan Allah dengan hewan kurban berupa domba.
Idul Adha dirayakan dengan sholat Ied di pagi hari dilanjutkan menyembelih hewan kurban berupa sapi, kambing, atau domba, dan dagingnya dibagikan kepada orang-orang sekitar. Daging tersebut nantinya akan diolah menjadi berbagai macam menu masakan seperti tongseng, sate kambing, gulai, dan masih banyak lagi.
Tak hanya menyembelih hewan kurban, Idul Adha juga diperingati dengan tradisi unik di beberapa daerah di Indonesia. Apa saja tradisi Idul Adha di Indonesia?

Tradisi Idul Adha di Indonesia

Merangkum dari buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia oleh Fitri Haryani, berikut tradisi Idul Adha di Indonesia.

1. Grebeg Gunungan

Tradisi Idul Adha grebeg gunungan ini dilakukan oleh masyarakat Yogyakarta. Grebeg Gunungan dilaksanakan dengan cara mengarak hasil bumi dari halaman Keraton Yogyakarta sampai Masjid Gede Kauman Yogyakarta.
Arak-arakan hasil bumi ini berbentuk tiga buah gunungan yang tersusun dari rangkaian sayuran dan buah-buahan. Tak hanya saat Idul Adha, grebeg gunungan juga dilakukan untuk memperingati Idul Fitri yang disebut sebagai grebeg syawal.
Masyarakat Yogyakarta percaya bahwa jika berhasil mengambil hasil bumi dalam bentuk gunungan tersebut bisa mendatangkan rezeki. Tak heran jika perayaan ini selalu diramaikan oleh masyarakat.

2. Apitan

Apitan adalah tradisi Idul Adha yang diperingati warga Semarang, Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki berupa hasil bumi yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Tradisi Apitan dimulai dengan pembacaan doa, dilanjut arak-arakan gunungan dari hasil tani dan hasil ternak. Nantinya, gunungan yang diarak akan diambil secara rebutan oleh masyarakat setempat. Selain gunungan, masyarakat yang menyaksikan apitan juga akan disuguhkan dengan hiburan khas kearifan lokal.

3. Toron

Tradisi toron yang berasal dari Madura, Jawa Timur. Tradisi ini diperingati dengan pulang kampung ke Madura seperti Hari Raya Idul Fitri. Setelah sampai di kampung halaman, masyarakat akan saling bersilaturahmi dan bertemu dengan sanak saudara.

4. Mepe Kasur

Tradisi Idul Adha lainnya yang juga tak kalah unik adalah mepe kasur atau dalam bahasa Indonesia disebut jemur kasur. Tradisi ini berasal dari suku Osing di Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sebelum tradisi ini dimulai, biasanya akan ditampilkan tarian tradisional. Kasur kemudian dijemur dari pagi sampai sore hari sambil dipukul dengan sapu lidi agar bersih.
Yang menarik dari tradisi mepe kasur adalah masyarakat secara serentak menjemur kasur di halaman rumahnya. Tradisi ini memiliki makna untuk menolak bala dari bencana atau penyakit.

5. Kaul Negeri dan Abda'u

Kaul negeri dan abda'u merupakan tradisi Idul Adha yang berasal dari daerah Maluku Tengah. Tradisi ini dilakukan dengan cara menggendong tiga kambing menggunakan kain oleh para pemuka adat dan agama.
Biasanya, kaul negeri dan abda'u dilakukan setelah sholat Idul Adha. Kambing yang digendong dengan kain diarak mengelilingi desa sambil diiringi alunan takbir dan shalawat menuju masjid.
Tradisi tersebut sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu sejak terbentuknya pemerintahan otonom bersyariat Islam sekitar 1600 Masehi dan diselenggarakan secara terus-menerus sampai saat ini.

Sumber : kumparan.com

0 comments: