Anak Pemulung-TKI Sekolah Gratis di SMKN Jateng, Ganjar: Yang Rajin Ya

Rabu, Juli 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa siswa yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kehidupan Asrama (MPLSDKA) di SMKN Jateng, Semarang. Tercatat mulai dari anak pemulung, anak supir, anak buruh tani hingga anak TKI akan menempuh pendidikan gratis di SMKN ini.

Begitu tiba di ruangan, Ganjar langsung disambut sejumlah siswa SMKN Jateng yang berbaris rapi. Ganjar pun langsung menyapa dan berdialog dengan memberikan beberapa pertanyaan mengenai daerah asal dan pekerjaan orang tua para siswa.

Siswa pertama yang ditanya Ganjar menjawab ia adalah anak dari orang tua yang bekerja sebagai pemulung di daerah asalnya, Temanggung. Berikutnya ada siswi asal Magelang yang merupakan anak dari seorang buruh atau kuli bangunan di daerah asalnya. Kemudian berlanjut siswa asal Banyumas dari ibu seorang TKW di Singapura dan ayah pekerja serabutan.

Selanjutnya Ganjar berdialog dengan seorang pelajar asal Kabupaten Brebes yang mengaku selama ini diasuh oleh kakak karena orang tuanya sudah meninggal.

"Siap. Orangtua sudah meninggal. Sekolah di sini gratis Seragam dikasih sekolah. Makan tiga kali sehari, boleh nambah. Tidurnya di asrama, Pak," ujar siswa asal Brebes tersebut dalam keterangan tertulis, Rabu (13/7/2022).

Siswa berikutnya yang diajak berdialog Ganjar berasal dari Magelang. Ia merupakan anak dari ayah seorang supir dan bercita-cita jadi pengusaha.

"Saya asal Blora. Orang tua buruh tani. Saya bercita-cita jadi Polwan," katanya.

Ganjar kemudian menanyakan kehidupan sekolah di SMKN Jateng dengan seragam dan kebutuhan makan yang sudah dipenuhi, termasuk asrama untuk para siswa tinggali. Ia pun menyemangati para siswa agar bisa lulus dan membantu orang tua.

"Belajar yang rajin ya. Nanti bantu orang tuamu kalau sudah lulus," ujar Ganjar.

SMKN Jateng merupakan salah satu upaya Ganjar Pranowo untuk memberikan sekolah gratis kepada anak dari keluarga kurang mampu. Tujuannya agar anak kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak dan membuka peluang mengubah nasib serta masa depan keluarganya.

"Untuk SMKN Jawa Tengah ini betul-betul kita ingin melihat siapa siswa-siswa yang belajar. Maka saya tanya satu per satu asalnya dari mana, terus kemudian background orangtuanya apa karena ini memang kita dedikasikan buat mereka yang tidak mampu. Mudah-mudahan belajar di tempat ini nantinya akan membikin nasibnya berubah, nasib keluarganya berubah," jelas Ganjar.

Untuk diketahui, jumlah siswa baru yang diterima di SMKN Jateng Semarang tahun ini sebanyak 120 anak. Jumlah itu terdiri atas lima jurusan yaitu Bisnis Konstruksi dan Properti, Teknik Elektronika Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan, dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Masing-masing jurusan menampung sebanyak 24 siswa-siswi.

Selain di Semarang, SMKN Jateng juga ada di Purbalingga dan Pati dengan model boarding school serta menggratiskan sekolah atau tidak memungut biaya sama sekali. Pada tahun ini, SMKN Pati menerima siswa baru sebanyak 48 anak sedangkan SMKN Purbalingga menerima 96 siswa baru.

Sumber : detik.com

0 comments: