Antisipasi Serangan China, Warga Taiwan Latihan Simulasi Serangan Udara

Selasa, Juli 26, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Seorang wanita di sepeda motor mencari perlindungan selama latihan serangan udara bernama Wan An, latihan 30 menit, pengingat meningkatnya ancaman militer China. Foto: REUTERS/Ann Wang
Taiwan mulai meningkatkan kesiagaannya terhadap kemungkinan jika terjadi serangan dari China.
Hal ini mulai tampak pada Senin (25/7/2022), ketika Taipei memulai latihan serangan udaranya. Latihan itu bernama Wan An, yang memiliki makna sebagai perdamaian abadi.
Untuk memulai latihan ini, warga Taiwan diperingatkan oleh sirene yang berbunyi pada pukul 13.30 waktu setempat yang menginformasikan adanya latihan evakuasi jalan wajib. Setelah sirene berbunyi dan latihan ini berlangsung, kota-kota di bagian utara Taiwan ditutup selama 30 menit dan jalanan dikosongkan.
Selain itu, warga Taiwan juga menerima pesan teks berisi ‘peringatan rudal’. Ini artinya, mereka diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang aman. Selama latihan ini berlangsung, aparat kepolisian mengarahkan kendaraan-kendaraan yang melintas untuk menepi di sisi jalan.

Pengendara sepeda motor mencari perlindungan selama latihan serangan udara bernama Wan An, latihan 30 menit, pengingat meningkatnya ancaman militer China. Foto: REUTERS/Ann Wang
Orang-orang yang lewat juga diimbau untuk mencari perlindungan, sementara pusat pertokoan dan restoran menutup jendela dan mematikan lampu untuk menghindari menjadi target jika terjadi serangan di malam hari. Para petugas pemadam kebakaran berlatih memadamkan api yang dipicu oleh serangan rudal.
Setelah simulasi latihan selesai, sirene kembali dibunyikan. Sirene ini menandakan situasinya sudah kembali normal.

Menurut pemerintah, tindakan antisipasi ini perlu dilakukan sejak dini untuk mempersiapkan warganya jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Selain itu, latihan serangan udara berkala juga diwajibkan oleh hukum di Taiwan.

Penumpang bus diminta untuk mencari perlindungan selama latihan serangan udara bernama Wan An, latihan 30 menit, pengingat meningkatnya ancaman militer China. Foto: REUTERS/Ann Wang
“Perlu untuk membuat persiapan jika terjadi perang,” kata Wali Kota Taipei Ko Wen-je dalam pidatonya setelah mengawasi berjalannya latihan Wan An, dikutip dari Reuters.
Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak operasi militer khusus Rusia ke Ukraina dimulai, meskipun telah dilaporkan tidak ada aktivitas militer China yang mencurigakan di sekitar Taiwan.
“Pesawat militer China sering mengganggu Taiwan dalam beberapa tahun terakhir dan bahkan dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina pada Februari, insiden ini mengingatkan kita bahwa kita perlu waspada di masa damai,” sambung Ko.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menjadikan peningkatan kapasitas pertahanan sebagai prioritas utamanya. “Ketika semua orang menerima pesan teks, jangan panik,” imbau Tsai kepada publik dalam postingannya di Facebook, pada Senin pagi ini.
“Warga mohon dievakuasi sesuai petunjuk,” pintanya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: