Cuma di Kuil Jepang, Wanita Bisa Gunakan Toilet untuk Bercerai

Kamis, Juli 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi kul di Jepang. Foto: image_vulture/Shutterstock
Jepang selalu memiliki hal unik yang menarik untuk dieksplorasi wisatawan. Salah satunya adalah tradisi bagi wanita yang ingin bercerai.
Kalau perceraian biasanya dilakukan di lembaga peradilan atau tempat lainnya, di Jepang para wanita justru bisa menggunakan toilet untuk bercerai lho.
Dilansir Procaffenation, Kuil Mantokuji di Prefektur Guna, menjadi tempat pengungsian para wanita Jepang yang tak puas dengan pernikahan yang mereka jalani.

Dijuluki kuil perceraian, tradisi unik ini telah ada sejak berabad-abad yang lalu.
Para wanita yang tak bahagia dan ingin bercerai dengan suaminya akan datang ke toilet yang ada di kuil ini. Sebelum menyatakan bercerai, mereka akan menuliskan keluh kesah dan pengalaman buruk mereka selama menjalani pernikahan.
Melalui secarik kertas itu pula, mereka akan menuliskan alasan mengapa ingin bercerai.

Memilih Toilet dengan Warna Berbeda

Ilustrasi toilet di kuil Jepang. Foto: Fishkaz1973/Shutterstock
Setelah itu, mereka akan memilih dua jenis toilet dengan dua warna berbeda, yaitu hitam dan putih untuk mengabulkan doa.
Jika seorang wanita ingin menceraikan suaminya, maka ia harus memasukkan kertas tersebut ke dalam toilet putih, yang berarti memutuskan hubungan dan memulai kembali dengan yang baru.

Ilustrasi wanita yang berjalan menuju kuil Jepang. Foto: Travelpixs/Shutterstock
Sedangkan, bagi mereka yang ingin membuang nasib buruknya dan membuat hubungannya kembali dekat dengan sang suami, kertas harus dimasukkan ke dalam toilet berwarna hitam yang berarti mengeratkan hubungan.
Tradisi perceraian menggunakan toilet ini hadir dari sebuah konsep spiritualitas di Jepang, yang menyatakan Tuhan hadir dalam segala hal. Salah satunya toilet juga disebut dengan 'Kawaya No Kami' atau dewa yang memberikan kesehatan dan kesuburan pada manusia.
Kini, toilet tersebut tidak hanya digunakan untuk bercerai saja, tetapu juga untuk meminta disembuhkan dari penyakit dan permasalahan lainnya.

Dewa toilet banyak dikaitkan dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kesuburan (karena hubungan antara kotoran manusia dan pertanian).
Dewa toilet telah dipuja dalam berbagai cara, termasuk dengan membuat persembahan, memohon dan menenangkan diri melalui doa, bermeditasi, dan melakukan beragam ritual lainnya.
Keyakinan ini telah ditemui dalam berbagai budaya modern dan kuno, mulai dari Jepang hingga Romawi kuno.
Sumber : kumparan.com

0 comments: