Diikuti 122 Sawa, Ngaben Massal di Desa Adat Besakih Tanpa Membakar

Rabu, Juli 27, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto: I Nyoman Mangku Redana saat ditemui di lokasi ngaben massal Desa Adat Besakih (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)

Karangasem - Desa Adat Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem melaksanakan ngaben massal yang akan diikuti 122 sawa dari 11 Banjar yang ada di wilayah desa adat setempat, pada Jumat (29/7/2022) mendatang. Uniknya, dalam upacara pengabenan ini tidak ada pembakaran sawa sebagaimana tradisi ngaben pada umumnya.

Ketua panitia ngaben massal Desa Adat Besakih I Nyoman Mangku Redana (47) mengatakan bahwa prosesi pengabenan di wilayahnya sedikit berbeda jika dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Contohnya di Desa Adat Besakih tidak diperbolehkan memakai petulangan jadi tidak ada istilah ngebet. Membakar sawa pun juga tidak diperkenankan, sifatnya hanya mekingsan di geni (dikubur) karena keberadaannya dekat dengan Pura Agung Besakih.


"Selanjutnya juga tidak menggunakan sarana Bade seperti ngaben pada umumnya karena di Desa Adat Besakih hanya menggunakan Padma. Tidak boleh lebih dari itu karena hal tersebut merupakan dresta yang ada di Desa Adat Besakih yang sudah kami terima dari sejak dulu," kata Mangku Redana saat ditemui di lokasi upacara di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Rabu (27/7/2022).

Ia melanjutkan pengabenan massal kali ini tidak hanya diikuti oleh warga yang berasal dari Desa Adat Besakih saja, tapi ada juga yang dari luar seperti Desa Adat Pregunung, Desa Kesimpar dan Desa Adat Sunti, Desa Ban.,

"Untuk jumlah sawa totalnya ada 122, 105 Sawa dari pengarep yaitu Desa Adat Besakih dan 17 Sawa dari luar Desa Adat Besakih yaitu Desa Adat Pregunung dan Sunti," kata Mangku Redana.

Lebih rinci dijelaskan, ngaben massal di Desa Adat Besakih tidak hanya diikuti oleh semeton Pasek saja tapi ada juga dari semeton Tangkas Kori Agung, Pande, Bendesa Manik Mas dan yang lainnya. Dan pengabenan massal yang ada di Desa Adat Besakih dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

"Terkait dengan biaya pengabenan untuk tahun ini setiap sawa dikenakan biaya sebesar Rp 6 juta, biaya tersebut sudah mencakup semuanya mulai proses dari awal sampai selesai dan bersih. Istilahnya semua warga tinggal datang saja mengikuti dudonan upacara karena baik banten dan yang lainnya sudah disiapkan semuanya oleh pihak panitia," kata Mangku Redana.

Untuk rentetan upacara ngaben massal di Desa Adat Besakih diawali dari Senin (27/6/2022) yaitu mulai membuat tempat untuk ngaben seperti bangunan dan yang lainnya, selanjutnya pada Senin (18/7/2022) melakukan upacara pemelaspasan dan juga beberapa upacara lainnya.

Kemudian pada Senin (25/7/2022) dilaksanakan upacara matur piuning dan Selasa (26/7/2022) dilaksanakan upacara pengebugan dan pengaskaraan. Sedangkan untuk puncak acara ngaben massal di Desa Adat Besakih dilaksanakan pada Jumat (29/7/2022).

"Setelah upacara pengabenan selesai maka dilanjutkan dengan upacara ngajum sekah, metik Don bingin pada Rabu (3/8/2022) sedangkan pada Kamis (4/8/2022) dilaksanakan upacara ngeroras dan Jumat (5/8/2022) dilaksanakan upacara ngajar-ajar dan nyegara gunung," kata Mangku Redana.


Sumber : detik.com

0 comments: