Mengenal Budaya Minum Kopi dari Perspektif Bahasa

Selasa, Juli 05, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Foto kopi by Arshad Sutar from https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-tampilan-atas-kopi-dekat-tablet-1749303/

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak diminati oleh masyarakat. Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah dihaluskan. Pada saat ini, minum kopi menjadi sebuah tradisi populer yang banyak disukai oleh kalangan muda Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kedai-kedai kopi yang menyediakan tempat untuk bersantai dan berkumpul.
Cita rasa kopi juga mengalami perkembangan. Kopi yang awalnya hanya seduhan biji kopi semata yang dicampur dengan gula, kini telah mengalami perkembangan dengan adanya varian rasa baru. Seperti, kopi dicampur susu, kopi dengan campuran rasa vanilla, dan lain sebagainya.
Dengan melihat fenomena maraknya kopi di kalangan anak muda dan menjadi sebuah budaya baru bagi generasi ini, kita perlu meninjau hal ini melalui bahasa untuk menemukan makna tersirat dari kopi dan segala perkembangannya.
Bahasa memiliki fungsi utama sebagai sarana komunikasi. Namun, bahasa tidak hanya mengomunikasikan hal-hal yang tersurat atau yang dapat dipahami secara langsung. Bahasa juga mengomunikasikan hal-hal tersirat yang memerlukan pemahaman secara mendalam untuk dapat memaknai arti sesuatu yang dikomunikasikan.
Untuk memaknai hal ini, bahasa memiliki makna yang bersifat denotasi dan konotasi. Makna denotasi merupakan makna yang sebenarnya. Dapat dikatakan pula sebagai makna langsung yang diterima oleh indra manusia. Sedangkan, makna konotasi adalah makna tersirat yang menjelaskan suatu objek secara detail. Dan untuk memahami makna konotasi ini, kita bisa melihat mitos-mitos yang dimiliki suatu objek tersebut.
Foto orang minum kopi by Tima Miroshnichenko fom https://www.pexels.com/id-id/foto/mode-pria-orang-orang-wanita-5702394/
Dalam hal ini, kopi secara denotasi dimaknai sebagai wujud kopi itu sendiri. Misalnya, kopi hitam seperti gambar di atas, memiliki makna denotasi berupa kopi yang berwarna hitam, yang diseduh di dalam gelas berwarna putih, dan piring kecil berwarna putih untuk mewadahi gelas kopi tersebut.
Selanjutnya, secara konotasi, kopi tersebut bermakna sesuatu yang dapat dinikmati oleh seseorang saat melakukan aktivitas lain. Pria tersebut menikmati kopi sembari menatap layar laptopnya. Ia menikmati kegiatannya dengan ditemani kopi.
Untuk memahami makna ini secara lebih mendalam, kita perlu melihat mitos yang berkembang terhadap kopi. Misalnya, kopi dipercaya sebagai sesuatu yang dapat menghilangkan kantuk, membantu meredakan tekanan dan stres, serta sesuatu yang harus ada dan diminum saat berkumpul bersama teman-teman. Kopi dipercaya sebagai minuman yang dapat mempererat ikatan pertemanan dan menjadikan obrolan menjadi semakin asik. Misalnya, ada semboyan "kopi semakin dingin, obrolan semakin hangat".
Dari ketiga pemaknaan di atas, kita dapat memahami mengapa budaya kopi menjadi sebuah budaya baru di kalangan generasi muda. Generasi muda saat ini memiliki kebiasaan untuk berkumpul bersama teman-teman di tempat-tempat yang mereka anggap asik, santai, dan yang paling utama nyaman untuk bercengkrama. Kopi kemudian dijadikan sebagai sebuah minuman yang wajib hadir dalam perkumpulan tersebut agar obrolan semakin asik dan ikatan pertemanan menjadi semakin akrab.

Sumber : kumparan.com

0 comments: