Pasien UGD di Thailand Membeludak Gegara Makanan Mengandung Ganja

Selasa, Juli 19, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Thailand melaporkan bahwa pasien UGD rumah sakit meningkat karena konsumsi makanan mengandung ganja yang kerap ditemukan usai negara itu melegalkan mariyuana. (AFP/Manan Vatsyayana)

Jakarta, CNN Indonesia -- Thailand melaporkan bahwa pasien unit gawat darurat (UGD) rumah sakit meningkat karena konsumsi makanan mengandung ganja yang kerap ditemukan usai negara itu melegalkan mariyuana.
"Beban ruang gawat darurat meningkat secara tidak perlu," demikian pernyataan Dewan Medis Thailand melalui Facebook pada Rabu (13/7), seperti dikutip Bangkok Post.

Badan tersebut menyatakan bahwa sejak 9 Juni, banyak konsumen ganja mengalami penyakit akut, halusinasi, hingga menyakiti diri sendiri.


Melihat kondisi tersebut, dewan medis memperingatkan agar tak menggunakan ganja sebagai bahan makanan dan cemilan.

"Jangan menambah ganja ke makanan atau cemilan yang ditujukan untuk dikonsumsi masyarakat," demikian pernyataan mereka.

Dewan Medis Thailand juga menyampaikan bahwa ganja membawa dampak negatif jangka panjang terhadap perkembangan otak dan pertumbuhan anak.

Ganja juga tak boleh dikonsumsi oleh perempuan hamil, ibu menyusui, dan masyarakat 25 tahun ke bawah, karena zat itu dapat merusak otak.

Selain itu, badan tersebut mengimbau masyarakat agar tak menggunakan ganja untuk rekreasi.

Dewan medis juga tak menyetujui penggunaan ganja sebagai upaya pertama pengobatan. Ganja seharusnya menjadi upaya terakhir jika pengobatan umum tak bisa menyembuhkan penyakit yang diderita.

Di sisi lain, Badan Pangan dan Obatan-obatan Thailand (FDA) mengimbau toko konvensional dan pusat perbelanjaan agar memisahkan penempatan produk yang mengandung ganja.

Mereka juga diminta untuk memastikan pembeli produk ganja berusia di atas 20 tahun.

Wakil Sekretaris Jenderal FDA Thailand, Weerachai Nolwachai, juga mengatakan bahwa produsen harus mencantumkan keterangan jika produk makanan mereka mengandung ganja, tidak peduli seberapa banyak mariyuana yang terkandung.

Tak hanya itu, label produk yang mengandung ganja juga harus secara eksplisit menyatakan barang itu tidak boleh dijual untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang memiliki alergi mariyuana.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: