Pengalaman Horor Naik Gunung Lawu: Pipis Sembarangan di Tempat Keramat

Senin, Juli 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Solopos.com, KARANGANYAR — Pengalaman horor dialami oleh Aldi, pendaki Gunung Lawu yang berasal dari Jakarta. Aldi mendaki gunung yang berlokasi di perbatasan Karanganyar, Jawa Tengah dengan Magetan, Jawa Timur ini bersama satu rekannya yang bernama Bagol.

Dalam cerita yang ia sampaikan dalam video di kanal Youtube Prasodjo Muhammad pada 9 Juli 2022, Aldi menyebut Bagol mempunyai pegangan ilmu kebal yang dipakai juga saat mendaki Lawu.

Mereka mulai mendaki Gunung Lawu pukul 12.30 WIB melalui jalur Cemoro Sewu. Ketika tiba di pos II, Bagol melihat nenek-nenek tua yang terus melihati dia. “Singkat cerita naik ke pos II. Di pos itu, kami break lagi. Dia ngomong lagi, ‘nenek-nenek itu ngapain di situ yang dibawah pohon lihat kita. Nenek ini kayaknya seneng sama gua Di’,”cerita Aldi menirukan omonngan Bagol.

Aldi mulai berpikir bahwa ada yang tidak beres dengan temannya itu. Tetapi, dia tak ambil pusing dan melanjutkan perjalanan mendaki Gunung Lawu hingga pos III. Di sini, Bagol juga masih diikuti oleh sosok nenek tersebut. Menurut Bagol, nenek tersebut marah dengan dia.

Setelah berbicara seperti itu, Aldi merasa ada nangka jatuh di shelter yang ia gunakan untuk istirahat di pos III. Ternyata setelah dicek, tidak ditemukan apa-apa. Tiba-tiba di shelter itu, Bagol kesurupan meraung seperti harimau hingga setengah jam. Padahal ketika di pos III itu, waktu sudah menunjukkan malam.

“Gua panik karena cuma berdua. Pengin gua tinggal kasihan. Pas Bagol kesurupan, dia ngomong, ‘iki anak wis sembrono ngawur [ini anak sudah kurang ajar]’,”cerita Aldi.

Selain beberapa menit, Bagol sadar dan kembali melanjutkan perjalanan kembali hingga pos IV untuk mendirikan tenda. Keesokan harinya, Bagol dan Aldi menuju puncak Gunung Lawu.

Namun, ketika tiba di pos V, Aldi bertemu dengan rombongan pendaki yang terdiri dari empat orang, yakni Boy, Fernando, Amin, dan Dika. Karena Aldi takut terjadi hal yang sama terhadap Bagol, dia memutuskan untuk turun ke basecamp bersama teman barunya itu keesokan harinya.

Boy Pipis di Sendang Drajat
Saat malam tiba, Boy tiba-tiba ingin buang air kecil dan meminta Fernando untuk menemani. Fernando pun mau menemani Boy kencing dengan mengajak Aldi. Sebelum buang air kecil, Aldi sudah mengingatkan Boy untuk kencing di tempatnya, tapi Boy justru kencing di Sendang Drajat. Di mana tempat tersebut dikeramatkan.

“Setelah itu, Boy keluar dari sumur [di Sendang Drajat] kayak robot dengan tangan bersedekap. Ditanya apapun diam saja. Tangannya keras terus kayak mayat, pucat, selaput matanya hitam,” ungkap Aldi menceritakan sosok Boy yang kencing di tempat keramat.

Posisi Boy tetap sama, tangan bersedekap, diam saja seperti mayat. Kejadian ini membuat Aldi dan teman-temannya bingung. Akhirnya, Aldi memutuskan agar Boy turun dengan ditandu. “Boy itu badannya lemas, buat jalan tidak bisa. Akhirnya kami tandu. Fernando dan Dika yang nandu Boy sampai basecamp,” terang Aldi.

Sementara itu, Aldi, Bagol, dan Amin turun bersama. Namun, saat perjalanan turun dari pos V, perjalanan yang dirasakan Aldi sangat lama dan berbeda. Bahkan, di perjalanan ia dan Amin melihat sosok makhluk halus bergentayangan. Dia juga melihat kaki Bagol dipegangi oleh dua anak kecil yang wujudnya sangat hitam.

“Tiba di pos II, kami bertemu kakek petani berbaju hitam pakai kaus dalam putih sambil rokok. Amin tanya apakah kakek itu ojek yang bisa mengantarkan ke basecamp,” ucap Aldi.

Ketika ditanya seperti itu, kakek tersebut diam saja. Beberapa detik kemudian, sang kakek mengeluarkan suara seperti harimau dan terlihat matanya begitu merah. Mereka ketakutan dan langsung lari menuju ke pos selanjutnya dengan kaki Bagol yang masih dipegangi makhluk halus berwujud anak-anak.

Setibanya di basecamp, Aldi merasa lega. Tetapi, dia melihat kondisi Boy tidak berubah, yang masih seperti mayat. Namun, karena kecapekan dan tiba di basecamp sudah larut malam, Aldi dan teman-temannya memutuskan istirahat. Saat pukul 03.00 WIB, Bagol dan Boy kesurupan. Hal ini membuat Aldi dan teman-temannya ketakutan.

Akhirnya, Aldi memberanikan diri meminta bantuan kepada penjaga basecamp. Saat mengetahui ada dua orang kesurupan, penjaga basecamp yang terdiri dari dua orang bapak-bapak itu terkejut. Mereka bertanya kepada Aldi apa yang Boy dan Bagol lakukan saat mendaki Gunung Lawu.

Aldi bercerita semuanya, mulai dari Boy yang kencing sembarangan di Sendang Drajat hingga Bagol yang mempunyai pegangan ilmu kebal. Penjaga basecamp terkejut dengan kelakuan Boy dan Bagol tersebut.

Enggak lama kemudian, Bagol berhasil disadarkan dan dia meminta maaf karena membawa ilmu kebalnya hingga Gunung Lawu. Namun, kondisi Boy masih tetap sama hingga subuh tiba.

Penjaga basecamp Gunung Lawu meminta Aldi dan teman-temannya memandikan Boy dengan mengucapkan Allahu Akbar. Setelah mereka semua telah menyiram Boy, gantian penjaga basecamp yang memandikan Boy dengan bacaan-bacaan khusus. Akhirnya, Boy jatuh tengkurap dan beberapa saat kemudian sadar.

Setelah sadar, Boy pun mengakui kesalahannya. Dia meminta maaf sembari menangis kepada para penjaga basecamp Gunung Lawu. Sebagai sanksinya, pihak basecamp mencatat nama Boy dan melarangnya untuk mendaki Gunung Lawu di kemudian hari.

Sumber : solopos

0 comments: