Ramalan Nasib Lewat Weton dalam Tradisi Jawa, Apa Kata Sains?

Sabtu, Juli 16, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Solo - Banyak orang yang mempercayai zodiak. Mereka meyakini bahwa waktu kelahiran bisa berpengaruh pada nasib, karier, keberuntungan hingga jodoh.

Konsep zodiak ini awalnya berkembang di Yunani dan akhirnya berkembang ke berbagai negara. Di Indonesia juga banyak yang percaya sehingga ramalan zodiak menjadi salah satu informasi yang ditunggu tiap hari.

Sedangkan masyarakat Jawa memiliki konsep yang berbeda. Mereka memiliki budaya penghitungan penanggalan sendiri, yaitu weton.


Penghitungan weton menggunakan dua penanggalan sekaligus, yaitu penghitungan hari dalam kalender modern yang terdiri dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Penanggalan ini digabungkan dengan hari di kalender Jawa yang terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.

Hal ini menjadikan ada orang-orang yang memiliki weton Senin Pahing, Kamis Legi, Sabtu Kliwon dan semacamnya.

Mereka percaya bahwa hari kelahiran akan berpengaruh pada sifat, nasib, dan semacamnya. Lantas, bagaimana tanggapan dunia sains terhadap konsep weton ini?

Pakar Filsafat Jawa dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Iva Ariani, menjelaskan bahwa fenomena weton dalam budaya Jawa tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan fenomena yang terjadi dengan masyarakat dengan kebudayaan lainnya.

Iva Ariani mengungkapkan bahwa perhitungan masyarakat Jawa didasari oleh yang dinamakan 'ilmu titen'. Titen ini lebih kurang adalah ilmu membaca situasi. Situasi yang dibaca adalah berbagai kejadian di alam sekitar.

"Pengalaman-pengalaman yang dialami masyarakat dalam membaca situasi alam di sekitar tersebut terus berkumpul dan menghasilkan salah satunya weton dan kita saksikan sekarang ini," kata dia seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat (15/7/2022).

Dia menjelaskan, leluhur masyarakat Jawa sebelumnya telah melihat dan membaca pengalaman dan nasib dari orang-orang yang dilahirkan pada waktu tersebut dan lalu menggunakannya untuk penentuan di masa depan. Ini tidak jauh berbeda dengan ilmu kosmologi yang digunakan dalam zodiak.

Dalam ilmu filsafat, lanjutnya, weton merupakan bagian dari epistemologi Jawa. Mengacu pada beberapa penjelasan di atas, konsep weton menjadi hasil dari pengalaman empiris masyarakat.

"Jadi ini sebenarnya pengetahuan, pengetahuan tradisional masyarakat," tutur Iva.

Sumber : detik.com

0 comments: