Raup Cuan, Bisnis Perkakas Rumah Tangga dari Seng Kebanjiran Pesanan untuk G20

Rabu, Juli 06, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 07 05 455 2624102 raup-cuan-bisnis-perkakas-rumah-tangga-dari-seng-kebanjiran-pesanan-untuk-g20-sEOKyOdJZk.JPGBisnis perkakas rumah tangga. (Foto: VOA)

JAKARTA - Mengulas usaha perkakas rumah tangga dengan lukisan kain-kain nusantara dan menggunakan limbah seng.

Dikutip VOA, bisnis ini ditekuni oleh wanita bernama Eni Anjayani (44). Dia merupakan kolektor batik yang lahir di Yogyakarta.

Diketahui, dia sejak remaja membantu ibunya menjual batik terutama yang bermotif lawasan.

Dia pun akhirnya melestarikan motif itu ke dalam lukisan batik di stoples atau kaleng krupuk.

"Saya cari benda yang sangat erat dengan nuansa lawasnya Indonesia. Waktu itu saya pilih kaleng krupuk, motif lawasan seperti tiga negeri, kopi tutul. Nah motif itu saya lukiskan pertama kali di kaleng krupuk dengan bahan seng. Karena permintaan semakin meningkat, maka akhirnya saya mendapat pemasok yang menyediakan bahan dari sisa pabrik kulkas," ujarnya dikutip VOA

Diketahui, ini pun ternyata cita-citanya yang ingin melestarikan batik dan memanfaatkan bahan yang seharusnya dibuang.

Lalu, pemasok seng bernama Kandar Kusnadi yang menyediakan plat seng dalam segala ukuran untuk UMKM Eni.

“Seng-seng pembungkus barang-barang elekronik seperti kulkas dan mobil. Sisa-sisa produksi kami terima, termasuk bahan yang ditolak (reject) oleh pabrik kulkas. Dari sana sudah termasuk kategori limbah, kan… jadi kami olah sendiri, langsung saya tawarkan ke para perajin. Tinggal kami manfaatkan bagaimana perajin-perajin itu kan punya ide kreatif, ada yang membuat bakaran sate, anglo, ada yang membuat meja dan kursi dari seng itu, nanti dilukis," jelas Kandar.

Eni kembali menyebut usahanya memberdayakan kelompok masyarakat di sekitar pabriknya juga terwujud.

Di mana mereka yang memiliki keterampilan melukis menjadi perajinnya, sekaligus membimbing mereka agar menghasilkan produk seni tinggi dari bahan yang semula akan dibuang.

“Kami mencoba mengajak mereka untuk membuat disain sesuai dengan apa yang kami buat, jadi mereka juga mendapat nilai tambah dari hasil yang mereka kerjakan,” ucapnya.

Adapun pada awal usaha di 2017, Wastraloka mendapat bimbingan dari Departemen Koperasi, seperti yang diungkapkan Rossa Novitasari. Kepala Bidang Investasi UKM Kementerian Koperasi dan UKM.

“Jadi kami juga memfasilitasi UKM-UKM yang memang berkualitas untuk mengikuti pameran yang berstandar nasional dan internasional. Memang dia mempunyai keunggulan dari visinya, manfaatnya yang memberdayakan masyarakat sekitar, kemudian juga ramah lingkungan dan juga produknya buatan tangan (hand made)," bebernya.

Lalu, pihak Departemen Koperasi dan bimbingan UKM kemudian menyediakan pelatihan dan mengajak Wastraloka untuk pameran ke Korea Selatan.

Saat ini, 80% produknya masih dipasarkan di dalam negeri, namun tak jarang pula wisatawan asing yang mengunjungi sanggarnya mengagumi dan membeli produknya.

“Saya sangat senang mempunyai satu set poci untuk minum teh. Ini benar-benar desain bagus yang dilukis dengan tangan dan bisa untuk hadiah, juga dapat saya gunakan setiap hari. Saya sangat senang memilikinya," ungkapnya.

Sebagai informasi, UMKM Eni aktif mengikuti pameran dagang INA Craft.

Hal itu membuat seninya dikenal banyak orang.

Bahkan anjungannya sempat dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo dan ibu negara.

Kemudian, Eni mendapat pesanan 1.250 botol minum dan cangkir, untuk cindera mata bagi para tamu peserta G-20 pada Oktober 2022 mendatang.

“Cangkir untuk G-20 dengan nuansa batik yang warnanya mendekati logo G-20 yang merah dan biru itu untuk rangkaian menuju puncak acara G-20 nanti," pungkasnya.

Sumber : okezone

0 comments: