Salut! 42 Tahun Kakek Ini Jualan Roti Bakar Keliling dan Tetap Semangat

Rabu, Juli 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Meski sudah renta, kakek ini masih semangat jualan roti bakar dengan cara keliling menggunakan sepeda motor tuanya. Meski untung yang didapat tak seberapa, ia mencintai pekerjaannya.

Roti bakar adalah camilan umum yang ditemui di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Tak sedikit penjual roti bakar memilih menjajakan menunya dengan berkeliling.

Seperti halnya kakek bernama Winson Chai di Malaysia ini. Ia adalah sosok penjual roti bakar legendaris karena sudah berjualan selama lebih dari 40 tahun dengan cara berkeliling.

Mengutip Asia One, Winson mengaku jualan roti bakar karena ia menyukai menu ini. Ia sering membeli roti bakar dari sebuah kedai hingga punya hubungan baik dengan sang penjual.

Penjual roti bakar itu lantas menyarankan dirinya untuk ikut jualan roti bakar. Winson didukung penuh hingga ia mau mencobanya. Ia merasa pekerjaan ini bagus karena bisa menghasilkan uang.

Sebelumnya Winson sudah mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari tukang bangunan, asisten sopir, pengantar barang, pelayan, dan banyak lainnya. Tapi ia merasa jualan roti bakar adalah pekerjaan pas untuk dirinya karena lebih fleksibel.

Winson bisa putuskan sendiri mau berjualan atau tidak, bergantung suasana hatinya. Mengenai lokasi jualannya, ia berujar "Dulu saya jualan di banyak titik. Sekarang saya hanya akan menetap di kawasan Pudu saat sore hingga kadang malam hari.

Puluhan tahun berjualan, Winson sudah punya banyak pelanggan setia. "Saya melihat anak-anak tumbuh dengan makan roti bakar buatan saya. Beberapa pelanggan bakal mengunjungi saya tiap tahun, tapi beberapa lainnya menghilang setelah beberapa saat," tuturnya.

Sambil tertawa, Winson mengaku kalau beberapa pelanggannya lebih tua dari dia. "Saya tidak tahu kemana mereka pergi. Saya tidak pernah melihat mereka lagi," katanya.

Kehadiran penjual roti bakar seperti Winson sudah sangat jarang di Malaysia karena sebagian besar memilih jualan di gerai atau food court. Winson tetap setia berkeliling dengan motor tuanya.

Bagian belakang motor itu dimodifikasi sehingga bisa menyanggah boks aluminium tempat ia menyimpan stok roti dan bahan isiannya. Di bagian paling belakang juga ada panggangan arang untuk memasak roti bakar.

Soal harga, Winson mengaku bisa jual roti bakarnya dengan harga lebih murah karena tak sewa tempat. Dirinya juga tak keberatan hanya dapat keuntungan Rp 2.300 sampai Rp 2.700 per porsi yang terjual.

Winson mengatakan pekerjaannya sebenarnya sangat mudah. Semua orang bisa melakukannya. Hanya perlu bakar roti dan menyiapkan isiannya saja.

Dalam meracik menunya, Winson tetap mempertahankan prinsip membakar roti di arang. Menurut dia cara ini bisa menghadirkan rasa khas. Kesan tradisionalnya pun bakal kuat.
Ia tetap menyiapkan bahan bakar ini meski kini lebih mahal. Winson lalu memadukan roti bakar dengan isian abon ayam dan dendeng ayam. Pelengkapnya berupa saus sambal, saus tomat, dan irisan mentimun.

Winson menjelaskan dirinya bisa menghasilkan keuntungan RM 40 (Rp 135 ribu) per hari. Hal ini bisa diraih karena ongkos operasional berjualan dengan motor lebih murah.

Ditanya soal pekerjaannya, Winson mengatakan kalau berjualan roti bakar tidak akan membawa banyak kepuasan. "Kamu tidak akan kaya dari ini. Menghasilkan uang yang cukup untuk makan dan memiliki bisnis yang berjalan sudah lebih dari cukup," ujarnya.

Kalau bisnisnya sedang buruk, yang hanya bisa Winson lakukan adalah bersabar. "Harapannya besok bakal lebih baik. Begitulah bisnis, kadang bagus, kadang buruk. Kalau saya bisa hasilkan keuntungan cukup tiap bulannya, saya sudah puas," katanya.

Dirinya kini masih sendiri. Ia hidup tanpa keluarga. "Saya bisa mengurus diri saya sendiri. Tidak ada yang peduli jika saya tidak menghasilkan cukup uang. Tidak perlu bergantung pada orang lain," ujarnya.

Meski begitu di tengan kondisinya yang sudah semakin lemah akibat umur, Winson mengaku pekerjaan ini jadi lebih menantang. Dirinya pun lelah saat harus berdiri terlalu lama.

"Paling lama saya hanya bisa jualan 2-3 tahun lagi," katanya. Tapi beruntung, secara kebetulan, ia mengaku dapat tawaran untuk buka toko. Menurutnya ini penawaran yang bagus karena ia jadi punya tempat tetap dan dirinya tidak perlu terlalu lelah berjualan.

Sumber : detik.com

0 comments: