Sederet Fakta Bisnis Rongsokan Surabaya yang Hasilnya Miliaran

Senin, Juli 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Surabaya - Bisnis rongsokan sedang menjadi buah bibir setelah peristiwa penembakan bos rongsokan di Sidoarjo. Namun siapa sangka, bisnis mengepul barang-barang bekas ini ternyata cukup menjanjikan keuntungan yang fantastis.

Berikut sederet fakta bisnis tersebut yang diungkap langsung dari para bos rongsokan di Surabaya Raya:

1. Perputaran uang fantastis
Perputaran uang dalam bisnis rongsokan tak bisa dipandang sebelah mata. Jika sedang ramai transaksi, perputaran uang bisa mencapai Rp 20 hingga Rp 80 juta per hari. Sedangkan saat sepi uang masih berputar di kisaran Rp 10 hingga Rp 50 juta.

"Kalau dalam sehari bisa Rp 20 juta hingga Rp 80 juta. Itu kalau ramai, kalau sepi ya sekitar Rp 10 juta sampai 50 juta," kata Haji AT salah satu bos rongsokan di Demak, Surabaya.

2. Mengepul rongsokan hingga dari luar pulau
Selain mengumpulkan barang bekas dari para pemulung dan tukang rombeng, para pengusaha bisnis rongsokan ia juga kerap menerima potongan tembaga, aluminium, kuningan hingga besi hingga dari luar pulau.

Sebut saja Kalimantan juga Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam sepekan para pengusaha bisnis rongsokan ini bisa membeli dan menjual tembaga dan kuningan 4 hingga 6 ton.

Selain menjual keluar pulau, para bos rongsokan juga memasok tembaga, aluminium, hingga besi tua ke perajin. Untuk besi dan plastik. Sedangkan jika menjual ke pabrik, biasanya digunakan untuk keperluan daur ulang.

3. Buka lapangan kerja
Jangan salah, meski dianggap sebagai bisnis yang remeh, namun ini mampu membuka lapangan kerja dan memberdayakan ratusan pemulung serta pengepul. Tak jarang bos bisnis rongsokan ini awalnya adalah para pengepul.

Seperti Haji AT, salah satu bos rongsokan Surabaya yang merintis bisnisnya sejak tahun 1998. Ia memulai usahanya dari menjadi pengumpul barang bekas, kini ia bisa membuka lapangan kerja orang lain.

4. Besi tua datangkan banyak untung
Namanya bisnis rongsokan, jadi semua barang yang dianggap bekas dan tak terpakai ini yang dikumpulkan. Meski demikian ada sejumlah barang bekas yang dianggap punya nilai lebih.

Sebut saja seperti botol bekas, plastik, besi tua, tembaga hingga kertas dan kardus. Namun dari sekian barang, besi tua adalah primadona dan punya nilai jual tinggi

"Dari modal itu, saya keliling mencari barang bekas di sekitar Surabaya. Ada botol, besi tua, aki bekas, tembaga ya macam-macam, tapi paling cepet untung ya besi tua itu. Yang banyak permintaan itu besi dan plastik," terang AT.

5. Setahun bisa raup untung Rp 2 miliar per tahun
Soal keuntungan, bos rongsokan mengaku bisa meraup Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per tahun. Jumlah yang fantastis.

Meski demikian, para bos rongsokan dikenal dermawan dengan menyisihkan keuntungan yang didapat. Mereka bahkan mengaku pernah merogoh kocek pribadi untuk ikut menyumbang tempat ibadah hingga pondok pesantren.

Kedermawanan itu bukan tanpa alasan, selain ingin berbagi. Mereka juga berharap agar usahanya selalu diberi keberkahan dan kelancaran.

Karena sudah menjadi rahasia umum, bisnis rongsokan rawan dengan persaingan keras bahkan gesekan antarsesama. Nah, bagaimana, Anda mau mencoba bisnis rongsokan?

Sumber : detik.com

0 comments: