Tips Ajari Anak agar Tidak Boros

Rabu, Juli 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Tips Ajari Anak agar Tidak Boros. Foto: Shutterstock
Sebelum memberikan uang saku untuk anak, orang tua perlu mengedukasi si kecil agar bisa menggunakannya dengan bijak dan tidak boros. Ya Moms, ada beberapa penyebab anak bisa menjadi boros atau konsumtif. Mulai dari pengaruh lingkungan sekitar, belum memahami skala prioritas seperti menabung, hingga ingin membuat orang lain terkesan. Selain itu, ada faktor mereka melihat kebiasaan orang tuanya yang boros dan menghamburkan uang.
"Seorang anak yang belum pernah ditunjukkan bagaimana cara menabung tidak akan tahu bagaimana melakukannya ketika mereka mulai mengelola keuangannya sendiri," ujar Ahli Perencanaan Keuangan Andrew Schrage, dikutip dari Very Well Family.
Memberikan uang saku kepada anak tidak selalu buruk. Namun, Anda perlu mengajarkan si kecil untuk membelanjakan uangnya sesuai kebutuhan, seperti makan atau membayar jasa. Nah Moms, untuk menghindari anak dari perilaku boros, ini beberapa tips yang bisa dilakukan.

Tips Membuat Anak Tidak Boros

Ilustrasi mengajarkan anak menabung uang. Foto: Shutterstock
1. Bantu Anak Menabung
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah membantu anak untuk menabung. Dengan menabung, tidak hanya membuat uang yang diberikan orang tuanya aman, tetapi juga mencegah anak berbelanja barang-barang tidak penting. Bila usia anak dirasa sudah cukup paham, Anda bisa membukakan rekening tabungan di bank.
2. Beri Waktu Sebelum Belanja Barang yang Diinginkan
Dilansir Bankaroo, anak mungkin bisa impulsif ingin berbelanja suatu barang yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan. Ada saja anak yang mampu membeli barang tersebut, namun ternyata hanya dimainkan beberapa waktu saja. Nah, Anda bisa menerapkan aturan menunggu setidaknya 24 jam sebelum membeli barang yang diinginkan si kecil, sekaligus memberikan dia waktu apakah mereka benar-benar menginginkan barang tersebut. Bukan tak mungkin, anak jadi berubah pikiran dan mereka tak perlu membelanjakan uang sakunya.
3. Belanja Pakai Uang Tunai atau Kartu Debit
Ilustrasi mengajarkan anak nilai mata uang. Foto: Shutter Stock
Anak berbelanja dengan uang tunai bisa mendorong mereka untuk melihat berapa banyak uang yang telah hilang, dan berapa sisanya. Begitu melihat uang mereka habis, si kecil pun jadi tidak boleh jajan lagi. Sehingga, mereka pun akan menghemat uangnya. Selain itu, saat ini pun beberapa bank juga telah menyediakan kartu debit pada tabungan anak yang dapat membatasi pemakaian setiap harinya. Orang tua bisa pun dapat ikut mengontrolnya.
4. Biasakan untuk Hidup Hemat dan Sederhana
Terkadang, kita perlu memberi pemahaman tidak semua barang yang diinginkan harus dibeli baru atau dibeli saat itu juga. Jika ada barang yang diinginkan anak namun uangnya terbatas, ajaklah untuk mencarinya di sentra barang bekas, seperti buku, sepeda hingga mainan. Bisa jadi, Anda menemukan barang yang kualitasnya masih cukup bagus dan harganya lebih terjangkau.
5. Buat Skala Prioritas
ilustrasi anak belajar mengelola uang Foto: Shutterstock
Masih ada saja anak yang belum sepenuhnya memahami apa saja kegunaan uang dan hanya mengetahui untuk membeli sesuatu. Namun, agar uang yang dikeluarkan lebih bermanfaat, mintalah anak membuat skala prioritas. Misalnya, anak sedang membutuhkan sepatu baru karena yang dimiliki saat ini sudah sempit, ketimbang mainan mobil-mobilan yang harganya cukup mahal. Sehingga, mintalah anak untuk fokus membelanjakan uang pada barang yang dibutuhkan, dan bukan sekadar diinginkannya.
6. Punya Kesibukan Lain
Ternyata, anak bisa cenderung jadi boros ketika dia sedang bosan. Ya Moms, si kecil bisa juga 'lapar mata' lalu jajan yang kurang dibutuhkan demi mengusir rasa bosan. Untuk menghindarinya, Anda bisa mengajak anak menyibukkan diri dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat. Seperti membantu orang tua membersihkan rumah dengan cara menyenangkan atau bereksperimen sains yang juga tak kalah seru, lho!
Sumber : kumparan.com

0 comments: