Tips Bijak Memperkenalkan Gim Elektronik Untuk Anak

Senin, Juli 18, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

tips bijak memperkenalkan gim elektronik untuk anak (olahan pribadi dengan canva.com)
Di zaman sekarang, mungkin Anda sudah susah yang namanya menemukan permainan tradisional karena anak-anak sudah berpindah ke game elektronik. Berbagai game di smartphone memang menurut sebagian orang membuat anak menjadi malas belajar dan banyak hal negatif yang mengiringinya.
Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah juga tidak 100% benar, karena jika bijak dalam bermain game tentu akan menjauhkan anak dari hal-hal negatif yang disebutkan. Ketika anak Anda adalah salah satu orang yang suka bermain game, maka orang tua perlu mensiasati agar anak tidak kecanduan dan lebih produktif dengan game-nya.

Bijak Bermain Gim Elektronik Untuk Anak

Bagaimana caranya membuat anak tetap produktif dan perilakunya tidak berubah meski suka main gim? Berikut beberapa alternatif yang bisa orang tua coba lakukan.

1. Seleksi Permainan Game

Tidak dipungkiri, fast internet menjadi jalan ninja bagi anak untuk bisa bermain game dengan lancar tanpa kendala. Namun Anda sebagai orang tua wajib mengajarkan anak untuk menyeleksi permainan yang dimainkan. Sebaiknya anak jangan asal main game saja, tanpa memikirkan efek baik dan buruk ke depan terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
Sebaiknya orang tua harus menghindarkan anak dari permainan game yang negatif walaupun permainan itu menarik. Terlebih untuk game-game yang bisa membuat ketagihan hingga anak lupa belajar atau permainan yang punya unsur pornografi. Dan baiknya bantu anak untuk menghindari permainan game yang membuatnya mengeluarkan banyak uang, sementara anak masih usia sekolah.

2. Mengatur Waktu Dalam Bermain Game

Bermain game memang relatif membuat banyak orang kecanduan khususnya untuk anak-anak. Jika anak tahan bermain game berjam-jam, maka itu sudah melampaui batas. Dalam hal ini, orang tua wajib melakukan upaya bagaimana anak bisa memiliki pengaturan waktu yang tepat.
Biasanya para pemain gim sudah terbiasa untuk mengatur strategi untuk menaklukkan permainan. Maka harusnya melakukan pengaturan waktu bukan hal yang susah dilakukan. Orang tua bisa membantu anak untuk mengatur waktu ideal dalam bermain game.
Misalnya setelah mengurus tugas, anak hanya boleh bermain gim di bawah jam 09.00 malam. Salahnya anak harus tidur agar besok pagi sekolah tidak kesiangan dan tidak mengantuk. Terutama untuk hari-hari efektif maka anak harus lebih banyak belajar daripada bermain.
Atau bisa juga mengarahkan anak hanya bermain game di akhir pekan saja. Meski di akhir pekan, tetap waktunya diatur, anak tidak boleh seharian main game dari hari Sabtu ke Minggu untuk membuat nafsu mainnya tidak semakin besar.
Setelah mengetahui waktu yang ideal Anda juga tidak boleh membebaskan anak bermain gim sampai 3 jam atau lebih di depan gim elektronik. Karena jika sudah begini, maka anak akan menjadi korban kecanggihan teknologi.

3. Dorong Anak Untuk Tetap Produktif

Permainan game tidak selalu berakhir negatif jika Anda bisa bijak dalam memanfaatkannya. Bahkan anda bisa membuat anak jadi lebih terampil dengan permainan game. Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa Anda terlebih dahulu harus membantu anak menyeleksi game apa saja yang akan dimainkan.
Karena dengan bermain game anak akan lebih terasa cara berpikirnya terutama untuk menghadapi suatu masalah dalam game. Jika sudah begini, nanti anak bisa berpikir untuk mengambil keputusan lebih mudah dan mengetahui berbagai cara penyelesaian untuk setiap masalah.

4. Produktif dalam Bermain Game

Bagaimana caranya tetap produktif dalam bermain gim? Terlebih dahulu, Anda harus tahu bahwa setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Jika Anda tidak melihat bakat anak pada prestasi di sekolah, mungkin anak bisa berprestasi di bidang lain.
Seperti misalnya anak Anda menyukai permainan game dan memang punya bakat di bidang itu. Anda bisa mencoba mengikutkan anak pada kegiatan eSport. Ajang Esport bisa membantu anak untuk lebih produktif dengan game-nya dan juga membuatnya memiliki prestasi di bidang permainan elektronik.
Salah satunya mungkin Anda bisa mengikutkan anak pada gelaran LEAD National Series (LNS) game Free Fire. Acara ini sendiri akan diselenggarakan meliputi 7 regional wilayah dengan total hadiah 100 juta.
Adapun 7 regional wilayah tersebut merupakan wilayah cakupan Telkom Group. Acara ini memang memiliki tujuan memberikan wadah untuk para calon atlet permainan game agar bisa mengembangkan potensinya menjadi pemain profesional.
Tentu saja nantinya bisa berkompetisi menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia seperti tim-tim ekspor terenak yang sudah ada sebelumnya. Acara ini diselenggarakan kembali oleh IndiHome untuk mendapatkan wajah-wajah baru khususnya dari daerah.
Jadi memang ajang eSport ini juga akan membantu pemerataan kemajuan industri game hingga ke pelosok negeri. Apalagi saat ini memang, eSport sudah diakui dunia dan para atlet Indonesia memiliki potensi besar. Dan sebelumnya, eSport Indonesia sudah menjuarai Sea Games untuk kategori cabang olahraga eSport Free Fire yang digelar di Hanoi Vietnam, beberapa waktu.

5. Selalu Dampingi Anak

Terakhir yang juga bisa dilakukan oleh orang tua agar anak bijak dalam bermain gim adalah dengan memberikan pendampingan selalu terutama saat di rumah. Jangan biasakan anak apalagi usia dini untuk membawa gawai ke sekolah kecuali ada keadaan darurat.
Dengan begini Anda masih bisa mengontrol anak dengan gadget-nya. Cara mendampingi anak yang tepat agar tidak kecanduan bermain game juga dengan hal-hal yang bisa dipraktekkan langsung oleh orang tua. Dimana sebaiknya orang tua jangan bermain game ketika sedang kumpul keluarga, meskipun mungkin Anda adalah salah satu penikmat game-game elektronik pula.
Itu tadi beberapa hal bijak yang bisa dilakukan untuk membuat anak tetap bijak dalam bermain gim elektronik. Dari pembahasan di atas Anda bisa melihat bawah permainan game juga memiliki sisi positif, tinggal bagaimana Anda mengaplikasikannya di lingkungan keluarga terutama untuk anak.
Sumber : kumparan.com

0 comments: