Viral! Desain Hotel Terbang di Masa Depan, Bisa Angkut 5.000 Orang

Rabu, Juli 06, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi pesawat yang sedang melintas di bangunan hotel. Foto: Shutter Stock

Sebuah video yang memperlihatkan konsep hotel di masa depan viral di media sosial. Video yang pertama kali diunggah Hashem Al-Ghaili, ahli bioteknologi molekuler, komunikator sains, dan produser video asal Yaman, memperlihatkan konsep hotel terbang di masa depan yang bisa mengangkut ribuan orang.'


Menariknya, hotel bertenaga nuklir tersebut memiliki desain menyerupai pesawat raksasa, bak bahtera kapal Titanic. Jika Titanic berada di lautan, hotel ini justru ada di udara.

Video yang dibuat dengan bantuan efek CGI (computer-generated imagery) tersebut memperlihatkan hotel terbang dengan segudang fasilitas yang bisa memanjakan para tamunya. Mulai dari kolam renang, pusat perbelanjaan, pusat olahraga dan lain sebagainya.
Dalam video yang berjudul "Nuclear-Powered Sky Hotel" tersebut, hotel ini bisa terbang mengangkut 5.000 penumpang dengan kemampuan jelajah hingga setahun lamanya.
Hotel masa depan tersebut juga digadang-gadang jadi jawaban di masa depan, karena mengusung konsep hotel yang ramah lingkungan. Hotel bertenaga nuklir tersebut ditenagai dengan 20 mesin listrik yang saling terkoneksi.

Ambisi Hotel di Masa Depan

Hotel terbang tersebut merupakan 'impian liar' sang pembuat atau kreatornya, yakni Al-Ghaili. Ia mengatakan bahwa desainnya tersebut terinspirasi dari desain yang dibuat oleh Tony Holmsten, yang merupakan seorang seniman konseptual.
Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu dengan The Sun, Ghaili menjelaskan bahwa ia mengadopsi ide Holmsten dan kemudian membuat desain ciptaannya sendiri.
Al-Ghaili juga mengatakan bahwa ia terinspirasi dari animasi asal Jepang, Studio Ghibli yang menampilkan sebuah kapal terbang yang mampu membawa banyak orang.
Saat ditanya apakah kapal secanggih tersebut masih membutuhkan seorang pilot atau juru kemudi. Ghaili mengatakan, bahwa pesawat tersebut seluruhnya dilengkapi teknologi canggih tanpa pilot atau nir-awak
"Saya percaya pengalaman terbang saat ini telah menjadi (hal yanh) melelahkan dan ketinggalan zaman. Saatnya inovasi baru, yang membuat pengalaman penerbangan kita lebih nyaman,” katanya.

Viral di Media Sosial dan Tuai Komentar Netizen

Sejak Al-Ghaili mengunggah video desain hotel terbangnya di YouTube, banyak netizen yang mempertanyakan apakah hotel itu benar-benar bisa terbang. Sebab, jika dilihat secara sekilas, hotel tersebut sangat besar.
"Jika fisika dan aerodinamika tidak ada, maka kapal ini mungkin benar-benar bisa lepas landas," komentar salah satu pengguna YouTube.
"Sky Cruise adalah konsep tanpa pemahaman tentang penerbangan, siklus penerbangan, aerodinamis, pemeliharaan, infrastruktur bandara, rasio ukuran terhadap berat, hambatan, dan banyak lagi," kata seorang pengguna Twitter.
Meski demikian, tak sedikit netizen yang mengapresiasi ide gilanya tersebut, dan pesawat bertenaga nuklir bakal jadi keniscayaan di masa depan.
"'Berkat energi nuklir, hotel ini tidak pernah kehabisan bahan bakar dan dapat tetap melayang di udara selama beberapa tahun tanpa pernah menyentuh tanah. Penumpang dan kru di sisi lain harus berjuang untuk bertahan hidup di aero-thunderdome yang terus berkembang," timpal netizen lain.
Setelah videonya viral, Al-Ghaili juga memberikan pemahaman kepada netizen mengenai konsepnya tersebut. Ia meyakini bahwa hotel terbangnya itu bisa terwujud suatu saat nanti.
"Saya yakin bahwa Sky Cruise (Skytanic atau Flytanic) akan menghiasi langit kita suatu hari nanti. Reaktor nuklir berukuran kecil yang bisa menggerakkan pesawat diharapkan siap pada 2030-an. Inggris sedang mengerjakan Reaktor Nuklir Modular Kecil (SMR) yang diharapkan bergabung dengan jaringan pada tahun 2029, dan AS sedang berinvestasi besar-besaran dalam penelitian fusi nuklir komersial," tulis Al-Ghaili, dalam akun Instagram-nya.
Ia pun berharap, jika hotel terbangnya itu mampu menghiasi langit pada tahun 2030 hingga 2040. Dengan catatan, hal tersebut sudah melalui kajian lebih lanjut dan mendalam.
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa ini hanya sebuah konsep. Saya senang melihat bahwa itu telah menimbulkan banyak diskusi dan membuat Anda meluangkan waktu sejenak untuk memimpikan masa depan, di mana hal-hal seperti itu bisa ada," ujar Ghaili.
"Terlepas dari kelayakannya, kita manusia jangan pernah berhenti bermimpi. Mari kita selalu ingat apa yang dikatakan Albert Einstein 'Jika pada awalnya ide itu tidak masuk akal, maka tidak akan ada harapan untuk itu'," imbuhnya.
Al-Ghaili juga mengatakan bahwa The New York Times pernah menerbitkan sebuah artikel pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa ”roket tidak akan pernah bisa meninggalkan atmosfer Bumi”.
"Dan di mana umat manusia sekarang? Pesawat ruang angkasa Voyager 1 melakukan perjalanan di luar batas tata surya kita. Bagaimana itu sampai di sana?" pungkasnya.
Sumber : kumparan.com

0 comments: