Warga Lereng Sumbing Gelar Kirab Budaya Puji Jagat

Jumat, Juli 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar ritual Kirab Budaya Puji Jagat, Rabu (13/7/2022). Foto: ari/Tugu Jogja
Warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, menggelar Ritual Kirab Budaya Puji Jagat. Ritual tersebut merupakan proses slamatan dusun yang berada di ketinggian Gunung Sumbing ini.
Ketua Panitia Kirab Puji Jagat, Lukman Sutopo mengatakan, ritual, sebenarnya sudah kita mulai sejak Selasa malam dengan prosesi rakit sesajen, siram jamas. Kegiatan diikuti perangkat desa, pelaku seni, yang dijamasi oleh pemangku adat kemudian dilanjutkan dengan Boyong Gongso dan pagi harinya diadakan Kirab Puji Jagat.

"Ini merupakan ritual slamatan dusun, dengan berbagai rangkaian acara. Pertama kita lakukan upacara pembukaan di hadiri sesepuh desa, tokoh masyarakat, seniman, dan lain-lain. Selanjutnya dilakukan kirab keliling desa sampai dengan mata air Tuk Ringin. Pesertanya dari para seniman seperti jaran kepang, reog, topeng ireng, dan lain-lain," katanya, Rabu (13/7/2022).
Selain kelompok kesenian, kirab membawa serta tiga tumpeng. Dua tumpeng, adalah tumpeng hasil bumi yang belum diolah oleh manusia, satu lagi namanya tumpeng darat hasil bumi yang sudah dirubah atau diolah bentuk oleh manusia menjadi kue, tumpeng, ingkung ayam dan lain sebagainya.
"Tumpeng dikirabkan keliling desa, dipimpin oleh sesepuh adat sampai Tuk Ringin. Di situ kita memohon kepada Yang Maha Esa, Yang Maha Agung untuk keselamatan sak lebeting dusun, saknjawining dusun. Saklebiting dusun itu berada di lingkup teritorial wilayah, lalu saknjawi itu luar dusun. Jadi berdoa pula agar semua unsur yang di luar dusun juga selamat, dan biar tidak mengganggu ke dalam," katanya.
Puncak acara ada upacara seserahan dari Kepala Desa Legoksari Bandel Sucahyo kepada sesepuh adat di area Tuk Ringin, dengan uluwetu sesaji puji jagat. Mereka kemudian berdoa bersama di sumber mata air Tuk Ringin. Selain itu, seluruh kelompok kesenian yang ikut pawai pun melakukan pentas, upacara disudahi dengan perebutan gunungan hasil bumi oleh masyarakat.
"Kenapa di mata air? Karena air menurut kami merupakan sumber kehidupan bagi kami, dan air selalu mengalir dengan jernih sehingga ini akan membawa aura positif terhadap semua warga, aura positif terhadap warga Dusun Lamuk Legok ini," katanya.
Bupati HM Al Khadziq mengatakan, Legoksari merupakan salah satu desa yang masih kental memegang adat dan tradisi di wilayah Temanggung bagian selatan. Desa ini termasuk yang paling setia memegang tradisi nenek moyang, bisa dilihat dari upacara-upacara adat yang diselenggarakan setiap tahun, juga bisa bisa dilihat dari kesenian dan kebudayaan.
Menurut Bupati, ini harus kita pertahankan dan harus menjadi contoh bagi desa-desa yang lainnya di Kabupaten Temanggung, sebab manakala desa itu memegang tradisi adat istiadat nenek moyang maka pasti persaudaraan, silaturahmi, guyub rukun masyarakat masih bisa dijaga semuanya.
"Kirab Puji Jagat merupakan salah satu ritual bagi masyarakat Legoksari, untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena diberi kehidupan makmur. Kehidupan makmur bisa kita lihat dari beberapa hal, pertama kita semua diberi alam yang sangat subur, diberi sumber mata air melimpah, yang jernih, di mana sumber mata air itu menjadi sumber kehidupan dan sumber penghidupan masyarakat," katanya.
Diberi tanah subur, lanjut Bupati, karena ditanami apa saja hasilnya sangat baik, contohnya Legoksari merupakan desa penghasil tembakau srintil, tembakau terbaik di dunia. Bahkan ketika ditanami kopi arabica juga hasilnya bagus.
Warga Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar ritual Kirab Budaya Puji Jagat, Rabu (13/7/2022). Foto: ari/Tugu Jogja
"Saya yakin semua tanaman yang tumbuh di kawasan ini semua akan menghasilkan yang terbaik untuk kita semua. Selain itu, kita juga dikaruniai masyarakat yang bisa hidup berdampingan secara guyub rukun. Karena diberi segala karunia maka hari ini kita malaksanakan tasyakuran kirab puji jagat yang merupakan ajaran nenek moyang yang harus kita pertahankan. Mari kita bersama menjaga kehidupan yang sangat baik seperti ini. Mugi-mugi kanti ngawontenaken Kirab Puji Jagat menika masyarakat Lamuk tansah sentosa, tansah raharjo, tansah pikantuk barokah saking Allah," katanya. (ari)

Sumber : kumparan.com

0 comments: