6 Mitos Malam Satu Suro yang Dipercaya, dari Tersesat di Gunung Lawu hinggga Aroma Kemenyan

Senin, Agustus 01, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 07 30 406 2638924 6-mitos-malam-satu-suro-yang-dipercaya-dari-tersesat-di-gunung-lawu-hinggga-aroma-kemenyan-toCrSSOTxS.jpgKirab Suro Sambut Malam 1 Suro (dok ANTARA)

MALAM satu Suro atau dalam kalender Islam disebut malam 1 Muharram, dikenal dengan cerita-cerita yang penuh misteri. Menurut kepercayaan orang tertentu, malam tersebut dianggap sangat sakral.

Di malam satu suro ini banyak beredar cerita mistis atau mitos-mitos. Apalagi setelah film Suzanna yang berjudul 'Malam Satu Suro' semakin memperkuat adanya misteri tersebut.

Konon katanya, pada malam itu banyak sekali makhluk-makhluk gaib berkeliaran. Dan dari kepercayaan masyarakat Kejawen, satu suro adalah malam di mana ritual kebudayaan harus dijalankan.

Berikut ini enam mitos yang dipercaya sebagian orang di malam satu suro, seperti dihimpun berbagai sumber.

1. Tersesat di Gunung Lawu

Menurut penuturan Horror Story di wattpad yang dipaparkan oleh Gita-94, bahwa ketika sedang mendaki Gunung Lawu, Jawa Timur dia dan teman-temannya mengalami kejadian aneh. Jika ditelusuri dari historisnya, gunung satu ini memang terkenal cukup angker. Banyak sekali pantangan-pantangan dan harus dihormati oleh pendatang.

Ternyata tepat malam satu suro di naik ke Gunung Lawu bersama teman-temannya. Memang salah satu temannya yang bicara agak kelewatan. Singkat cerita, akhirnya mereka berpisah di pos empat. Setelah lama terpisah, ternyata sebagian temannya itu ditemukan di hampir dekat dengan goa gunung lawu. Dimana tempat tersebut terkenal dengan sebutan 'pasar setan'.

2. Aroma Kemenyan di Keraton

Kesan mistis pada malam satu suro sudah dibangun sejak zaman dahulu. Legenda dan mitos yang berkaitan dengan kentalnya budaya Jawa, biasanya mereka memandikan keris atau alat pusaka lainnya.

Selain itu, masyarakat di sekitar keraton atau kerajaan pun melakukan ritual Mubeng Benteng, dengan tujuan meramaikan pergantian tahun. Sampai saat ini ritual tersebut masih sering dilakukan oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta, dan Pura Mangkunegaran.

Dikutip dari web simomot ditulis oleh Munzalan Mubarakan, ketika lewat ketiga keraton tersebut maka aroma melati akan berhembus. Membuat siapa saja yang lewat pasti merinding.

3. Larangan menikah

Lalu di malam satu suro juga adanya larangan untuk menikah, di mana mayoritas masyarakat Jawa yakin akan larangan atau pantangan tersebut di Bulan Suro.

Hal tersebut dikarenakan. pada bulan Suro dipercaya kerap mendatangkan kemalangan atau kekhawatiran. Meskipun sebagian orang yang berasumsi jika ini hanyalah mitos saja.

4. Dilarang Berkata Kasar atau Buruk

Ketika malam satu suro datang, ada mitis yaitu dilarang berkata kasar atau hal-hal yang buruk. Konon katanya, hal ini diduga berkaitan dengan makhluk-makhluk gaib.

Selain di malam satu suro, berkata kasar atau mengucapkan hal-hal yang buruk juga dilarang dalam keseharian. Sebab bisa berdampak negatif kepada orang lain, terutama diri sendiri.

5. Topo Bisu Mubeng Beteng, Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta pada malam 1 Suro, akan melakukan tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Yakni suatu kepercayaan, mereka akan berjalan mengitari benteng Keraton tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Tradisi ini dilakukan sebagai suatu evaluasi diri yang diperbuat selama satu tahun. Biasanya Topo Bisu Mubeng Beteng ini dilakukan tengah malam atau bertepatan pada pukul 24.000 WIB.

6. Membersihkan Benda Pusaka, Jawa Tengah

Selanjutnya, pada malam 1 Suro masyarakat Jawa Tengah akan melakukan pembersihan atau mencuci benda pusaka, sebagai ritual wajib saat malam tersebut.

Benda-benda yang dibersihkan pada malam 1 Suro yaitu mulai dari keris, batu cincin, hingga sepeda-sepeda tua yang diturunkan secara turun menurun.

Sumber : okezone

0 comments: