Asal Usul Kuta Bali yang Jadi Destinasi Wisata Tersibuk di Pulau Dewata

Kamis, Agustus 25, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Badung - Kuta dikenal sebagai tempat wisata paling sibuk di Bali. Turis datang untuk bersenang-senang di salah satu wilayah Kabupaten Badung ini. Kuta makin identik sebagai tempat dengan citra gemerlap, seperti surfing, shopping, sun bathing, atau hanya untuk menikmati keindahan pantainya.

Secara geografis, Kuta merupakan sebuah kecamatan yang memiliki luas 17,5 km2 yang menjadi salah satu destinasi wisata di Bali. Jika menengok sejarahnya, Kuta merupakan tempat pertama mendaratnya pasukan bala tentara kerajaan Majapahit pada tahun 1334.

Lokasi itu dulunya lebih dikenal dengan nama "benteng" sesuai prasasti yang tersimpan di Pura Sanggaran, tidak jauh dari kawasan Kuta. Saat mendaratnya bala pasukan kerajaan Majapahit, Kuta hanya hutan rimba.

Lokasinya yang sangat strategis, menjadikan Kuta mendapat tempat di hati para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan luar negeri yang singgah dalam pelayaran mengarungi samudra.

Kuta pada zaman dulu sering dijadikan tempat persembunyian bagi perampok dan bajak laut, bahkan sebagai pusat penyelundupan candu ke Jawa sekitar 1826. JS Wettters, seorang tentara Belanda berpangkat kapten akhirnya ditempatkan sebagai pengawas keamanan pantai di Kuta.

Selain itu, juga tercatat seorang pedagang asal Banyuwangi, Jatim, bernama Jembrong, pada awal Agustus 1835, mulai menetap di Kuta.

Tanggal 1 Agustus 1839 didirikannya 'Nederlandche Handel Maatsschappiy-NHM' sebagai perusahaan dagang Belanda pertama di Bali yang sempat eksis selama empat tahun (1843). Setelah itu pada April 1927, menetap lagi Pierre Dubois, Wakil Pemerintah Hindia Belanda karena Kuta sangat strategis sebagai pintu keluar-masuk barang terutama dari Singapura.

Selanjutnya, pada 1835 sudah ada sekitar 40-an perahu yang menyemarakkan pelabuhan Cautaen (Kuta). Perahu-perahu dari Singapura itu bersandar di Pelabuhan Kuta dengan membawa mata dagangan berupa besi, kain dan kebutuhan lainnya buatan China.

Pemerintah Hindia Belanda dan para raja yang berkuasa di Badung, Bali, akhirnya menetapkan Kuta sebagai sebuah pelabuhan definitif guna mendukung arus bongkar muat kapal-kapal asing dari Eropa maupun Asia Pasifik.

Pada tahun 1920-an, akibat kian meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Kuta itulah, mulai dibangunnya beberapa buah penginapan yang pada akhirnya justru bertebaran hotel-hotel berbintang hingga sekarang.

Sumber : detik.com

0 comments: