Kemlu Beberkan Kondisi WNI di Pakistan saat Banjir Parah

Senin, Agustus 29, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Banjir di Pakistan sebabkan 1.033 orang meninggal dunia. (AFP/ABDUL MAJEED)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membeberkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Pakistan saat banjir parah menerjang negara Asia Selatan ini.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Islamabad, Konsul Jenderal RI (KJRI) Karachi dan otoritas Pakistan.


"Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang menjadi korban bencana banjir tersebut," kata Judha kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/8).

Judha memaparkan sejauh ini WNI yang berada di Pakistan berjumlah 1.267 jiwa. Mayoritas tinggal di Islamabad, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat, dan Peshwar.

Selain itu, ia mengatakan KBRI dan KJRI telah menyampaikan imbauan kepada para WNI agar selalu tanggap dan waspada.

Warga Indonesia di Pakistan juga diminta untuk terus memantau informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) dan Badan Meteorologi Pakistan (PMD).

Judha juga mengimbau agar WNI menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana, dan menghubungi otoritas setempat serta perwakilan RI jika terjadi situasi darurat. Berikut hotline KBRI Islamabad +92 345 8571989, dan hotline KJRI Karachi: +92 300 0340346.

Pakistan tengah diterjang banjir imbas hujan lebat dengan curah yang tinggi dan gletser yang mencair.

Imbas bencana tersebut 1.033 orang meninggal. NDMA melaporkan lebih dari dua juta hektar tanaman budidaya musnah, 3.451 kilometer (2.150 mil) jalan hancur, dan 149 jembatan hanyut.

Selain itu, banjir tahun ini berdampak kepada lebih dari 33 juta orang, dan sekitar satu juta rumah hancur.

Pemerintah kemudian mengerahkan helikopter untuk membantu mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Mereka juga menetapkan status darurat nasional imbas banjir ini.

Pakistan pernah diterjang banjir parah sebelumnya pada 2010. Ketika itu, lebih dari 2.000 orang meninggal dan seperlima wilayah negara tersebut terendam air.


Sumber : kumparan.com

0 comments: