Kronologi Taiwan Tembak Pesawat Tanpa Awak China di Pulau Erdan

Rabu, Agustus 31, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Kawasan kian panas setelah Taiwan menembak pesawat tanpa awak China di lepas pantai Pulau Erdan pada Selasa (31/8). (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan kian panas setelah Taiwan menembak pesawat tanpa awak China di lepas pantai Pulau Erdan pada Selasa (31/8).

Insiden itu bermula saat militer Taiwan di Kabupaten Kinmen, Dadan, Erdan, dan Pulau Shi mendeteksi drone China di sekitar wilayah mereka pada 16.23 waktu setempat.

Sesuai aturan Taiwan, jika mereka mendeteksi drone, militer akan menembakkan suar peringatan, melaporkan serangan, mengusir drone, dan akhirnya menembak jatuh jika tak ada respons.


Berdasarkan pernyataan resmi Komando Pertahanan Kinmen, tentara sudah memberikan peringatan dengan menembakkan suar di dekat drone ini.

Namun, drone terus terbang. Tembakan peluru tajam pun meluncur untuk mengusirnya. Focus Taiwan melaporkan, pesawat tak berawak itu lalu ke Xiamen di pantai China.

Kejadian serupa kembali terjadi sekitar pukul 17.59 waktu setempat di Pulau Erdan.

Juru bicara komando pertahanan Kinmen, Chang Jung Shun, mengatakan militer Taiwan langsung meluncurkan peluru ke pesawat tak berawak yang mendekati pulau tersebut.

Usai tembakan itu, kata Chang, pesawat tak berawak tersebut kembali ke China.

Namun, tak ada rincian lebih lanjut soal berapa kali tembakan dilepaskan dan jenis peluru yang digunakan.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari China soal tembakan tersebut.

Tembakan Taiwan ke drone China terjadi usai Presiden Tsai Ing Wen menginstruksikan Angkatan Bersenjata mengambil tindakan balasan jika ada ancaman.

Ia menegaskan semakin sering musuh--dalam hal ini China--memprovokasi, maka Taiwan harus semakin tenang.

"Kami tak akan memprovokasi perselisihan, dan kami akan menahan diri, tetapi itu tak berarti bahwa kami tidak akan melawan," kata Tsai saat berkunjung ke pulau Penghu, seperti dikutip Reuters.

Taiwan menilai banyak rekaman pemantau yang menunjukkan UAV China sering bolak-balik dekat wilayahnya. Tindakan ini dianggap membahayakan fasilitas strategis Taipei.

Drone China bahkan merekam tentara Taiwan yang ditempatkan di pos pengawasan di Distrik Leyu, Kabupaten Kinmen.

Dalam salah satu rekaman, drone mengabadikan momen ketika tentara Taiwan tengah melempar batu ke arah pesawat tak berawak itu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China membantah keluhan Taiwan soal drone tersebut.

"[Taipei] tak perlu membuat keributan," demikian bunyi pernyataan Kemlu China.

Pesawat militer dan drone China memang kerap menerobos zona identifikasi pertahanan udara Taiwan. Tindakan ini disebut sebagai upaya mereka mempertahankan pulau itu.

Pemerintah Beijing menganggap Taiwan bagian dari China, namun pulau itu gigih ingin memerdekakan diri.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: