Pengertian Budaya Menurut Ahli beserta Unsur dan Ciri-cirinya

Kamis, Agustus 25, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi Budaya. Foto: Pixabay

Kata budaya seringkali didengar dan diucapkan. Dalam penggunaannya, kata budaya kerap dikaitkan dengan sebuah kebiasaan kolektif di sebuah wilayah. Tapi sebenarnya budaya itu apa?

Kata budaya sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yakni buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari budhi, artinya akal. Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa budaya adalah segala hal yang berkaitan dengan akal manusia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, lebih lanjut dijelaskan bahwa budaya artinya pikiran, akal budi, hasil, adat istiadat atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.

Budaya Menurut Para Ahli

Sejumlah ahli juga memiliki pendapat tersendiri terkait pengertian budaya, berikut di antaranya:

1. Linton

Menurut seorang antropolog Amerika di pertengahan abad 20, Ralph Linton, budaya adalah sikap dan pola perilaku serta pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan. Kebiasaan ini diwariskan dan dimiliki oleh suatu masyarakat tertentu.

2. Edward Burnett Tylor

Edward Burnett Tylor seorang antropolog asal Inggris mengemukakan definisi budaya dalam bukunya berjudul Primitive Culture. Menurutnya, budaya adalah suatu keseluruhan yang kompleks dan rumit meliputi ilmu pengetahuan, moral, kepercayaan, hukum, adat istiadat, dan lain sebagainya.

3. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Oleh tokoh sosiolog Indonesia, yaitu Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, budaya diartikan sebagai semua hasil dari karya, cipta, dan juga rasa masyarakat.

4. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara juga memiliki pendapat mengenai definisi budaya yang dituangkan dalam buku berjudul Kebudayaan. Menurut beliau budaya adalah buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Budaya merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dalam hidup.

5. Parsudi Suparian

Parsudi Suparian pun mengemukakan definisi budaya, yaitu sebagai pengetahuaan manuia yang dimanfaatkan untuk mengetahui dan memahami pengalaman dan lingkungan yang mereka alami.

Unsur-Unsur Budaya atau Kebudayaan


Budaya juga memiliki unsur-unsur yang telah banyak dirumuskan para ahli. Seorang antropolog Amerika Serikat, Melville Jean Herskovits, mengungkapkan bahawa unsur pokok budaya ada empat, yaitu alat-alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga, dan kekuasaan politik.
Sementara antropolog asal Polandia, Bronislaw Malinowski memaparkan unsur-unsur budaya terdiri dari:
  1. Sistem normal yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
  2. Organisasi ekonomi.
  3. Alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan.
  4. Organisasi kekuatan.
Dalam buku Setangkai Bunga Sosiologi yang ditulis Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi juga dijelaskan, terdapat tujuh unsur kebudayaan yang dianggap sebagai culture universal, yaitu:
  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transpor dan sebagainya.
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan sebagainya).
  3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan).
  4. Bahasa (lisan maupun tertulis).
  5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebagainya).
  6. Sistem pengetahuan.
  7. Religi (sistem kepercayaan).
Di dalam buku Komunikasi Efektif: Suatu Pendekatan Lintas Budaya yang ditulis Deddy Mulyana, dijelaskan ada beberapa ciri budaya, di antaranya adalah:
  1. Budaya bukan bawaan tapi dipelajari.
  2. Budaya dapat disampaikan dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok dan dari generasi ke generasi.
  3. Budaya berdasarkan simbol.
  4. Budaya bersifat dinamis, suatu sistem yang terus berubah sepanjang waktu.
  5. Budaya bersifat selektif, merepresentasikan pola-pola perilaku pengalaman manusia yang jumlahnya terbatas.
  6. Berbagai unsur budaya saling berkaitan.
  7. Etnosentrik (menganggap budaya sendiri sebagai yang terbaik atau standar untuk menilai budaya lain)

Sumber : kumparan.com

0 comments: