Perjalanan Mistis Warga Cirebon Saat Mengantar Seorang Ibu ke IGD RSD Gunungjati

Selasa, Agustus 30, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Cirebon - Pengalaman mistis kerap dialami setiap individu dalam berbagai momen. Bahkan, pengalaman mistis tak dapat diukur menggunakan akal sehat maupun logika.

Seperti yang dirasakan oleh seorang wanita asal Kota Cirebon yang baru saja merasakan kejadian aneh dalam hidupnya. Dikutip dari akun instagram pribadinya @citraumii ia menceritakan kejadian mistis itu secara lengkap.

Ia menjelaskan pada 18 Agustus 2022 yang lalu sekitar pukul 08.00 WIB, ia hendak menuju ke ATM salah satu bank yang ada di dekat RSD Gunungjati Cirebon dari kediamannya yang berada di Karang Jalak, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Sesampainya di jalan Dr Sudarsono tepatnya sebelum RSD Gunung Jati ia melihat wanita (ibu-ibu) yang berlumuran darah di sebagian tubuhnya.

"Badannya berlumuran darah kayak habis kecelakaan, mungkin emang dasarnya aku kepo jadi aku melipir ke kiri langsung ngedeketin orang itu," tulis dia.

Dia menjelaskan, wanita itu menggunakan pakaian kulot, jilbab, dan baju brukat yang seluruhnya berwarna putih. Sesaat berhenti, tidak lama kemudian wanita itu pun meminta dirinya untuk mengantarkan ke IGD.

Karena dipikirnya dekat tak sampai 5 menit menuju IGD RSD Gunung Jati ia pun langsung mengiyakan permintaan wanita tersebut. Setelah wanita itu naik ke atas motornya, ia langsung membawa wanita itu ke IGD RSD Gunung Jati yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat wanita itu ditemukan.

"Pas aku berhenti terus dia bilang, 'Neng' antarkan ibu ke IGD ibu sudah gak bisa jalan. Karena IGD nya deket cuma beberapa meter ke depan akhirnya aku mengiyakan dan aku cuma nanya, 'ibu sendirian ?' Terus ibu itu bilang 'iya'," tulisnya.

Tak lama ia pun sampai di IGD RSD Gunung Jati lalu dia meminta wanita itu untuk turun dari atas motornya.

"Enggak sampai di IGD tuh, ada satpam bilang ke si ibunya 'bu turun bu'," terangnya.

Kejadian aneh pun mulai dirasakannya saat tiba di depan IGD tersebut. Ia bercerita, sesampainya di IGD melihat seorang satpam yang berdiri di depan pintu IGD. Lalu ia meminta wanita itu untuk turun namun pada saat menengok ke belakang ternyata wanita itu pun sudah menghilang entah ke mana.

Secara spontan dia langsung bertanya apakah wanita yang diboncengnya sudah dibawa masuk ke dalam pada satpam yang berada di depan pintu IGD. Satpam itupun mengaku jika sejak awal datang dia tidak membonceng siapa pun di atas motornya.

"Aku masih enggak percaya sama satpam itu, aku masih ngotot kalau aku bawa ibu-ibu itu. Aku ngeliat ke sekitar IGD itu, terus aku sadar ini kayak bukan RS Gunung Jati," tulisnya.

RS Sumedang

Setelah menyadari keberadaannya bukan di RSD Gunung Jati, ia langsung turun dari motor dan ditenangkan oleh satpam tersebut. Ia mengaku dia dikerumuni orang-orang yang saat itu ada di lokasi yang bertanya tentang keadaannya.

"Aku kaget banget dan ternyata aku ada di IGD RSUD Sumedang, aku langsung tanya ke orang yang kerumunin. 'Ini di Sumedang?' Lalu orang-orang jawab 'iya, mbanya dari mana?'," tulisnya.

Singkat cerita, ia dibuat bingung setelah mencari handphone. Pasalnya, dengan sangat sadar ia menyimpan handphonenya di dalam tas miliknya yang digunakan saat berangkat menuju ATM.

Namun, tidak disadarinya handphone itu ada di dalam saku jaket.

"Tadinya aku dari rumah itu pakai kemeja, anehnya kok aku sudah pakai jaket padahal jaket selalu aku simpan di bagasi motor untuk berangkat kerja. Terus aku panik cari tas yang tadi dipakai untuk berangkat ke ATM, setelah di cari-cari ternyata tasnya ada di bagasi motor aku. Terus aku cek-cek semua barang ternyata semua barang lengkap, enggak ada yang hilang," jelasnya.

Kejadian itu pun semakin aneh setelah melihat waktu di handphonenya, ia melihat waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB. Semakin tak habis pikir saat lihat bensin di motornya sudah dalam kondisi full, padahal sebelumnya hanya menyisakan 3 balok ukuran bensin di motornya.

"Banyak dari orang-orang yang ngerumunin aku tanya ke aku apakah punya saudara di Sumedang terus aku jawab enggak ada. Lalu aku langsung kontak suami aku, pas aku lihat dia Hp ternyata aplikasi WhatsApp-nya enggak ada dan aku langsung kabarin suami aku yang memang stay di Bandung pakai jaringan biasa, benar saja, suami aku langsung kaget dan langsung jemput aku di Sumedang," tulis dia dalam ceritanya.

Sembari menunggu suaminya datang untuk menjemput, sesekali mengecek motornya dan tidak ditemukan sebercak darah apa pun pada motornya.

Bukan hanya itu, ia juga membagikan foto untuk menunjukkan jika ia benar adanya di RSUD Sumedang dengan kondisi kaki yang belang setelah kejadian aneh yang menimpanya.

"Padahal aku inget banget si ibu yang tadi aku bawa itu berlumuran darah banyak banget," tegasnya.

Sumber : liputan6

0 comments: