Sedekat Apa Hubungan Presiden China Xi Jinping dan Kim Jong Un?

Kamis, Agustus 25, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

China dan Korea Utara merupakan dua negara yang terbilang memiliki hubungan dekat, namun seberap akrab hubungan pemimpin kedua negara? (Foto: AFP/Jung Yeon-je)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden China Xi Jinping merupakan dua pemimpin negara yang bisa dibilang memiliki hubungan yang akrab.

Selain karena saling bertetangga, Xi dan Kim Jong Un telah lama menjadi sekutu dekat di kawasan Asia Timur. Terlebih, bagi Korut China merupakan sekutu utama yang banyak membantu negara itu di tengah sanksi dan isolasi global gegara ambisi senjara nuklir dan rudalnya.


Pada 2019, Xi Jinping berjanji bakal mempromosikan hubungan jangka panjang dan stabil dengan Korut sebagai bentuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Xi juga menyampaikan hubungan antara China dan Korut merupakan "peran penting dan positif untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional."

Membalas pernyataan Xi, Kim Jong Un mengirimkan pesan ke Xi dan mengatakan, "persahabatan yang tak terkalahkan [antara kedua negara] akan abadi di jalan mencapai tujuan sosialisme," dikutip dari The Guardian.

Kim juga menuturkan China dan Korut bakal, "membela aliran sosialisme, pun menjaga perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea dan dunia."

Pada tahun itu juga, Xi berkunjung ke Korut. Kunjungan Xi ini merupakan yang pertama kali pemimpin China ke Korut selama 14 tahun. Sejak Maret 2018, Xi dan Kim telah bertemu lima kali.

Kedekatan Xi dan Kim Jong Un juga disebabkan faktor persahabatan Pyongyang dan Beijing sejak lama, di mana Korea Utara menjadi salah satu negara pertama yang mengakui China (Republik Rakyat Tiongkok) setelah didirikan pada 1949.

Sebagaimana diberitakan CNN, seorang pengamat menilai kunjungan Xi ke Korut kala kepemimpinan Kim merupakan bentuk dari pengakuan resmi atas Kim Jong Un.

"Saya pikir yang ingin China sampaikan adalah ini [kunjungan Xi] merupakan pengakuan resmi terhadap Kim Jong Un [sebagai pemimpin] Korut," kata profesor di Universitas Yonsei John Delury.

Kedekatan keduanya juga tampak saat Korut membela tindakan China dalam merespons kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan dan Korea Selatan.

Direktur Jenderal urusan Pers dan Informasi Kementerian Luar Negeri Korut, Jo Yong Sam, menyebut Pelosi sebagai "penghancur terburuk atas perdamaian dan stabilitas internasional," dikutip dari ABC News.

"Pelosi, yang mendapat kecaman dari China karena menghancurkan perdamaian dan stabilitas regional dengan berkunjung ke Taiwan, menambah konfrontasi dengan Korea Utara saat berkunjung ke Korea Selatan," lanjut pemerintah Korut, dikutip dari Associated Press.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: