Tenggak Obat Penguat, Pria Ini Tewas saat Bercinta dengan Kekasihnya

Kamis, Agustus 04, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Setelah makan malam yang penuh romantis, beberapa pasangan menutupnya dengan seks yang intim untuk mengekspresikan rasa sayang. Namun, situasi tak terduga justru dialami oleh pasangan asal Kenya ini.

Dilansir dari laman Eva, seorang pria bernama Douglas Muthuri tiba-tiba saja meninggal saat sedang berhubungan badan dengan kekasihnya. Hal ini tidak hanya mengejutkan pasangannya tetapi juga otoritas setempat.

Insiden ini berawal dari lelaki tersebut yang mengundang kekasihnya untuk makan malam romantis di rumahnya. Keduanya memang sudah lama tidak bertemu sehingga kencan hari itu begitu istimewa.

Tak heran bila setelah momen tersebut, keduanya memutuskan untuk melakukan hubungan badan.

ilustrasi meninggal dunia (Pixabay)


Setelah satu jam melakukan aktivitas tersebut, Douglas tiba-tiba terengah-engah dan pingsan tak lama kemudian. Panik dengan situasi tak terduga ini, kekasihnya segera menelpon polisi.

Sayangnya nyawa Douglas tidak tertolong ketika polisi dan paramedis tiba. Dirinya ditemukan meninggal di sofa rumahnya.

Ketika pemeriksaan dilakukan, polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau cedera namun petugas setempat menemukan hal tak terduga di saku pria tersebut. Ternyata Douglas menyimpan beberapa pbat hipertensi dan juga pil penguat Viagra.

Polisi pun menduga Douglas menggunakan obat penguat sebelum berhubungan intim. Hal ini menyebabkan kematian bila digunakan dengan cara yang kurang tepat. Namun, kesimpulan akhir masih menunggu otopsi yang dilakukan pihak setempat.



Kasus pria yang meninggal saat berhubungan seks rupanya tidak hanya dialami oleh pasangan tersebut. Beberapa waktu ke belakang memang terdapat peningkatan kematian dengan kasus yang hampir sama. Salah satunya yang dialami oleh pria berusia 52 tahun yang tewas saat berhubungan dengan kekasihnya yang berusia 24 tahun. Indikasinya pun hampir sama yakni menenggak obat penguat berlebihan.


Sumber : SUARA 

0 comments: