TKW Ini Dapat Wasiat Harus Bangun Masjid, Dedi Mulyadi Siap Dukung

Senin, Agustus 29, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jakarta - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Kokom Komalasari. Dalam pertemuan tersebut Kokom mengatakan dirinya akan membangun masjid sesuai dengan amanah dari almarhum majikan di Oman.

Sebelumnya, Kokom merupakan TKW yang bekerja di Oman pada keluarga Baba Said sejak 2014. Tugasnya yakni memasak dan merawat ibu kandung Baba Said yang sudah tua. Karena umur, sang ibu meninggal dunia dan menitipkan wasiat kepadanya.

"Tugas saya di sana merawat ibunya bos sama masak. Setahu saya bos itu kerjanya pegang perumahan properti gitu," kata Kokom dalam keterangan tertulis

Sebelum sang ibu wafat, Kokom diamanatkan untuk menerima wasiat berupa sebagian harta milik ibu kandung Baba Said. Harta tersebut pun rencana akan digunakan untuk membangun masjid.

"Katanya terserah mau di mana bikin masjidnya yang penting dekat dengan keluarga Umi agar bisa diurus oleh keluarga. Kemarin sudah dapat lahan 1.700 meter di daerah Cibaros," jelasnya.

Nantinya di lokasi yang luas tersebut akan turut dibangun tempat pengajian dan pendidikan untuk anak-anak sekitar. Rencana tersebut telah disetujui oleh keluarga bosnya di Oman.

Agar niat baik tersebut bisa berjalan dengan lancar, Kokom pun bertemu dengan Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan ini, ia meminta agar mendapatkan perlindungan agar terhindar dari oknum yang tidak bertanggung jawab saat membangun masjid.

Ia menambahkan jika tidak ada halangan maka bosnya dari Oman akan segera melakukan pembayaran sekaligus memulai pembangunan masjid. "Biasanya kan yang seperti itu suka banyak pertanyaan, Pak. Apalagi tiba-tiba saya bangun masjid, takutnya ada yang menghalangi," kata Kokom.

Sementara itu, Dedi Mulyadi mengatakan dirinya mendukung penuh niat baik tersebut. Ia juga akan memberikan membantu jika ada pihak yang merugikan dalam pembangunan masjid tersebut.

Meskipun begitu, ia mengingatkan agar seluruh prosedur perizinan mulai dari sertifikat tanah hingga IMB harus diurus tuntas. Sehingga masjid yang dibangun bisa memiliki legalitas yang jelas.

"Perizinan nanti atas nama Umi (Kokom), IMB Umi (Kokom). Masjid tetap milik umum tapi harus ada pemiliknya misal milik yayasan atau perorangan. Nah ini milik Umi. Karena tetap harus ada akta yang jelas. Betul masjid milik umum tapi tetap harus ada pemiliknya," tutupnya.

Sumber : detik.com

0 comments: