Wapres di Islamic Book Fair 2022: Semoga Publikasi MHM Bisa Mengatasi Islamophobia

Sabtu, Agustus 06, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Wapres di Islamic Book Fair 2022: Semoga Publikasi MHM Bisa Mengatasi Islamophobia
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin di Islamic Book Fair ke-20 di JCC-Senayan, Jakarta atas undangan Majelis Hukama Muslimin (MHM), Jumat (5/8/2022).

Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin hadir dalam dialog publik di panggung utama Islamic Book Fair ke-20 di JCC-Senayan, Jakarta atas undangan Majelis Hukama Muslimin (MHM). 

Ia hadir untuk menyampaikan keynote speech pada dialog tentang Aspek Kemanusiaan dalam Peradaban Islam. Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin berharap publikasi MHM dalam pameran buku kali ini juga bisa mengurangi masalah Islamophobia atau kebencian terhadap Islam.

"Saya berharap publikasi Majelis Hukama Muslimin akan berkontribusi untuk mengimunisasi pemuda dan bangsa Islam dari ide-ide ekstremis, dan mengatasi fenomena Islamophobia (kebencian terhadap Islam)," ujar Ma'ruf Amin di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Dalam IBF 2022, MHM menyajikan banyak buku yang mengandung pesan nilai-nilai kebaikan, cinta, perdamaian, dan hidup berdampingan di antara semua manusia.

Adapun publikasi terbitan MHM yang paling menonjol adalah Buku "Al-Qawl al-Thayyib" (" ") karya Imam Akbar, Prof. Ahmed Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, Ketua MHM.

Buku "Al-Imam wal Baaba wa al-Thariiq al-Shu'b: Syahaadah 'Ala Miiladi Watsiqah al-Ukhuwwah al-Islaamiyah" (" .. ") karya Kanselor Mohamed Abdel Salam, Sekretaris Jenderal MHM juga menjadi sorotan utama.

Buku-buku penting lainnya antara lain:

  1. Al-Fataawa wa Dhawaabithuha wa Masuuliyyatul Mufty wal Mustafty (" ") karya Prof. Dr. Ahmed Ma'bed Abdel Karim, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar;
  2. Qawlun fit-Tajdiid (" "), karya Prof. Dr. Hassan Al-Shafei, anggota MHM;
  3. Al-Hub fil-Quranil Kariim (" ") karya Pangeran Ghazi Al-Hashimi, anggota MHM
  4. Al-Syarqu wal Gharbu, Hal Yajtami'ani (" ") karya Muhammad Arafah
  5. Manahij Al-Tafkiir fil 'Aqiidah (" ") karya Imad Khafaji
  6. Al-Fikru Al-Diny wa Qadhaya al-'Ashr (" ") karya Prof. Dr. Mahmoud Hamdi Zaqzouq, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan anggota MHM

Dalam sambutannya, pria yang juga kerap dipanggil abah ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas undangan kehormatan dari MHM Indonesia untuk hadir dalam dialog tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Majelis Hukama Muslimin yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Profesor Dr. Ahmed Al -Tayeb, dalam memperkuat persaudaraan dan mencapai hidup berdampingan secara damai di antara manusia," ujarnya. 

KH Ma'ruf Amin juga mengapresiasi partisipasi MHM dalam kegiatan Islamic Book Fair 2022. Wapres menilai keikutsertaan MHM semakin memperkaya pameran dengan buku-buku berharga dari ulama Al-Azhar dan dunia Islam, yang membawa pesan moderasi beragama, terutama buku dan tulisan Imam Akbar Ahmed Al-Thayyeb.

Dalam acara pameran buku ini hadir juga Prof Dr M Quraish Shihab, MA (Menag 1998), Dr (HC) Lukman Hakim Saifuddin (Menag 2014 - 2019), dan Dr TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB 2008 - 2018) sebagai narasumber.

Majelis Hukama Muslimin merupakan lembaga independen lintas negara yang didirikan pada 21 Ramadan 1435 H atau 19 Juli 2014. MHM bertujuan mengukuhkan perdamaian dan menciptakan rasa aman pada masyarakat muslim.

Lembaga ini berkedudukan di Abu Dhabi yang beranggotakan sejumlah ulama, pakar, dan tokoh yang memiliki karakter bijak, adil, independen, dan berpikiran wasathiyah (netral).

MHM adalah sebuah lembaga yang berupaya menyatukan umat Islam dan meredam konflik yang mengancam nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip dasar Islam toleran yang dialami oleh Dunia Islam sejak beberapa dekade terakhir.

Sumber : Suara.com

0 comments: