5 Negara Komunis yang Dekat dengan Indonesia, dari China hingga Korea Utara

Selasa, September 13, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Bendera Korea Utara (Foto: Reuters)

PERISTIWA G30S PKI meninggalkan trauma mendalam bagi bangsa Indonesia. Dengan adanya pembantaian yang menewaskan 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD itu, paham komunis dicap sebagai musuh masyarakat bahkan keberadaannya dilarang di Indonesia.

Meskipun sudah menjadi masa lalu, masih banyak masyarakat Indonesia yang takut dengan paham berhaluan kiri tersebut. Paham ini menjadi sangat sensitif di dalam negeri, akan tetapi Indonesia masih tetap bersahabat baik dengan negara-negara komunis di dunia.

Berikut negara-negara komunis yang dekat dengan Indonesia:

1. China

Hubungan China dengan Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Hubungan ini bahkan sudah terjalin sejak zaman kerajaan si Nusantara, tepatnya pada masa Kerajaan Tarumanegara. Kini, Indonesia dan China telah melakukan kerja sama hampir di semua bidang, terutama dalam bidang militer dan ekonomi.

Investasi China di Indonesia telah berkontribusi dalam peningkatan ekonomi nasional. Dalam pertemuan kedua Mekanisme Kerjasama Dialog Tingkat Tinggi pada 9 Juli 2022, China dan Indonesia sepakat untuk meneruskan kerja sama pembiayaan pembangunan infrastruktur dan memperluas kerja sama maritim antara kedua negara. Tidak hanya itu, kerja sama juga akan dilakukan dalam bidang pendidikan dan sosial budaya.

2. Uni Soviet atau Rusia

Kedekatan Indonesia dengan Uni Soviet sudah terjalin sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno. Saat itu, bukan hanya hubungan antara kedua negara yang sangat dekat. Presiden Soekarno pun bahkan bersahabat karib dengan Perdana Menteri Uni Soviet periode 1958-1964, Nikita Khrushchev. Namun begitu, keeratan tersebut tidak berlangsung lama. Hubungan Indonesia dan Uni Soviet sempat surut pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Hubungan antara kedua negara ini perlahan pulih usai Soeharto lengser di tahun 1998 dan Uni Soviet bubar, menyisakan negara Rusia yang menjadi pewaris resmi Uni Soviet.

Kedekatan antara Indonesia-Rusia kembali terjalin dengan melakukan berbagai kerja sama dan kesepakatan di bidang politik, ekonomi, militer, pendidikan, dan budaya. Pada Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat ulang tahun ke-77 untuk Republik Indonesia kepada Presiden Jokowi via aplikasi pesan Telegram.

3. Korea Utara

Seperti dengan Uni Soviet, hubungan Indonesia dan Korea Utara juga telah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno. Melansir dari The Diplomat, hubungan kedua negara ini sudah terjalin sejak tahun 1961. Empat tahun setelah terjalinnya hubungan diplomasi tersebut, pendiri Korea Utara Kim Il-sung mengunjungi Jakarta.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kim Il-sung diberikan Soekarno hadiah bunga anggrek yang kemudian menjadi bunga nasional di sana. Bahkan pada tahun 1965, pendiri Korea Utara tersebut dianugerahi Honoris Causa oleh Universitas Indonesia atas upayanya dalam memajukan negaranya melalui pendayagunaan teknologi.

Di saat negara-negara di dunia menutup diri dari Korea Utara usai Perang Dingin, Jakarta justru tetap berhubungan baik dengan Pyongyang. Bahkan, tidak jarang kunjungan diplomatik terjadi. Presiden Megawati Soekarno Putri pernah mengunjungi Korea Utara yang mana menjadi bagian dalam turnya. Presiden SBY juga sempat menjadwalkan dua kunjungan resmi ke negara itu, namun sayangnya harus tertunda.

4. Laos

Negara komunis selanjutnya yang mempunyai hubungan dekat dengan Indonesia adalah Laos. Hubungan diplomatik antara kedua negara sudah terjalin sejak 30 Agustus 1957. Selama lebih dari 6 dekade, Indonesia dan Laos bermitra dalam berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial budaya.

Mengutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, Indonesia mengekspor beberapa barang ke Laos seperti kendaraan dan suku cadang, obat-obatan dan elektronik. Begitu pula dengan Laos, yang mengekspor berbagai pproduk pertanian ke Indonesia.

Perdagangan Indonesia dengan Laos di tahun 2016 tercatat sebesar USD10 juta yang terdiri dari ekspor sebesar USD5,87 juta dan impor sebesar USD4,197 juta. Dari kegiatan ekonomi tersebut, Indonesia mendapatkan surplus sebesar USD1,67 juta. Dalam bidang kebudayaan, KBRI telah membuka kursus bahasa Indonesia gratis untuk masyarakat Vientiane sejak tahun 2010.

5. Kuba

Hubungan Indonesia dan Kuba mulai berjalan sejak Che Guevara datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan Soekarno pada tahun 1959. Hubungan itu semakin terjalin saat Presiden Soekarno melakukan kunjungam balasan ke Kuba di tahun 1960. Kunjungannya itu menjadikan Soekarno sebagai kepala negara pertama di dunia yang datang ke Kuba pasca revolusi Kuba.

Hingga saat ini, kedua negara masih memiliki hubungan diplomasi yang baik. Penandatanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas membuat hubungan Indonesia-Kuba semakin erat. Perjanjian itu secara resmi ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parilla pada 27 Mei 2022 di Havana, Kuba. 


Sumber : okezone.com

0 comments: