Alasan Kawasan Sancang di Garut yang Dianggap Menakutkan

Selasa, September 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Garut - Sancang adalah sebuah nama yang bagi sebagian kalangan terasa sangat menakutkan untuk didengar. Di balik keindahan alamnya, Sancang menyimpan banyak misteri hingga terkesan angker dan menakutkan. Apa alasannya?

Di antara beragam daerah yang ada di Kabupaten Garut, Sancang adalah salah satu yang paling menjadi sorotan. Letaknya yang jauh dari hingar-bingar perkotaan dan didominasi hutan belantara, membuat Sancang tak banyak dijamah orang.

Di balik keindahan hutannya yang dipenuhi flora dan fauna, Sancang menyimpan beragam kisah horor dan belum terjawab hingga saat ini. Salah satunya, adalah kisah tentang Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Padjajaran yang dikabarkan menghilang usai berubah wujud menjadi maung di sana.

Kisah tersebut menjadi yang paling populer di masyarakat dan seolah dilegitimasi sebagai kebenaran. Padahal, ada juga versi sejarah yang bertolak belakang. Salah satunya seperti yang diungkap Sejarawan Garut, Warjita.

Menurut Warjita, berdasarkan penelaahan sejarah yang dilakukannya, cerita terkait Prabu Siliwangi tersebut hanyalah mitos yang dibuat oleh penjajah dari Belanda zaman dahulu.

"Menurut saya, itulah pintarnya orang Belanda. Jadi cerita itu memang sengaja diciptakan. Tujuannya ya agar Leuweung Sancang ini tetap terjaga," ungkap Warjita.

Terlepas benar atau tidaknya cerita tersebut, sebuah daerah bernama Sancang ini tetap terkesan menakutkan di telinga. Sebab, Sancang juga diketahui kerap dijadikan tempat sebagian orang untuk ngelmu atau mencari ilmu kekuatan gaib.

Dadang Buaya contohnya. Preman kampung di Garut selatan yang tenar usai aksinya mendatangi kantor Koramil dan Polsek Pameungpeuk di bulan Mei 2021 silam. Meskipun akhirnya lemas usai diterjang timah panas, aksi Dadang tersebut menebar ketakutan bagi masyarakat setempat.

Belakangan diketahui, menurut cerita sejumlah masyarakat di Garut selatan, Dadang ditakuti karena terkenal sebagai orang yang kebal. Dadang diketahui mendapatkan ilmu dari seorang guru di kawasan Sancang.

Apa yang dilakukan Dadang itu, dipercaya atau tidak, menambah kesan seram dan menakutkan wilayah Garut selatan, khususnya Sancang. Belum lagi, aksi sejumlah preman kampung lainnya di daerah sana, yang juga diciduk aparat lantaran berbagai kasus. Mulai dari pemerasan, melakukan kekerasan hingga pungutan liar.

Lantas, dari sudut pandang warga setempat, sebenarnya seberapa menyeramkan Sancang di mata mereka?

DetikJabar berkesempatan berbincang dengan Ilham Rahmat Taopik (25), seorang warga Sancang asli, yang lahir di tanah Sancang pada tahun 1997. Kepada detikJabar, Ilham bercerita terkait tanah leluhurnya tersebut.

Ilham mengatakan, bagi warga Sancang, daerah mereka tak semenyeramkan seperti yang dibayangkan orang kota. "Tidak semenyeramkan itu. Justru malah orang kota sendiri yang mengembangkan (stigma) itu," kata pria yang akrab disapa Adel tersebut.

Adel tidak memungkiri, jika di daerahnya hingga kini, masih ada praktik ngelmu alias mempelajari ilmu yang berkaitan dengan hal mistis. Bahkan, Adel sempat melihat dengan mata kepala sendiri, magis yang dimiliki para leluhurnya.

"Mengalami. Seperti orang tua dulu, yang menggertak di pinggir rawa, kemudian buaya pada ngumpul semua," katanya.

Tapi, kata Adel, praktik demikian, saat ini perlahan mulai luntur di Sancang. Makin mutakhirnya zaman dan banyaknya kawula muda Sancang yang beranjak ke kota menjadi salah satu penyebabnya.

"Kalau disebut kenapa, mungkin karena sudah tidak menjiwai. Sudah modern, jadi tidak terlalu (seperti dulu). Praktik ilmunya masih ada, cuman niatnya mungkin sudah melenceng juga," ungkap Adel.

Satu-satunya hal logis yang membuat Sancang dianggap menyeramkan, kata Adel, adalah letak geografisnya. "Terkenal karena selain didukung suasana, karena hutan dan memang karena orang-orang yang (punya kekuatan) gaibnya ada," pungaks Adel.

Kendati demikian, Adel memastikan Sancang tak seperti yang dibayangkan. Warga Sancang terkenal memiliki etika yang baik dan ramah kepada siapa pun yang datang.

Sumber : detik.com

0 comments: