Aneka Mitos Bunut Bolong, Terowongan Pohon Bali yang Mistis

Rabu, September 07, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Jembrana - Dari semua tempat ikonik Bali, ada satu yang mesti cantik tapi juga harus hati-hati. Namanya Bunut Bolong, sebuah pohon raksasa yang punya terowongan.

Bunut Bolong beralamat di Banjar Bunut Bolong, Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Bunut Bolong sejatinya adalah sebuah pohon berukuran besar yang berada di tengah jalan.

Di bawah pohon itu terdapat lubang menyerupai terowongan. Ada beberapa kepercayaan masyarakat yang tidak boleh dilanggar bagi siapapun yang hendak melintas di terowongan bawah Bunut Bolong. Berikut penjelasannya

Pengantin Baru Tidak Bisa Memiliki Keturunan

Bunut Bolong ini terkenal akan cerita mistisnya. Salah satunya adanya larangan bagi pasangan pengantin baru melintas di bawah Bunut Bolong

"Kalau orang menikah sebelum rangkaian upacara selesai, tidak boleh masuk ke lubang pohon bunut itu. Kalau memaksakan diri masuk Bunut Bolong, dipercaya tidak bisa memiliki keturunan," jelas Penjaga Bunut Bolong Nyoman Suardana (66) beberapa waktu lalu.

Pasangan Berpacaran Bisa Putus dan Pasutri Bisa Cerai

Untuk pasangan yang berpacaran jika nekat lewat di bawah bunut bolong, maka dipercaya akan putus. Sedangkan untuk pasangan suami istri dipercaya akan bercerai.

"Apabila ada pasangan yang belum menikah atau masih pacaran, juga dilarang masuk melewati Bunut Bolong. Karena menurut kepercayaan, yang masih pacaran lewat Bunut Bolong, maka akan putus tidak sampai menikah. Mitosnya juga, yang akan menikah tidak boleh melewati Bunut Bolong. Karena akan berakhir dengan perceraian," tambahnya.

Sejarah Bunut Bolong

Nyoman Suardana menuturkan, Bunut Bolong berawal pada zaman penjajahan Belanda yang datang pada agresi keduanya, datang ke wilayah mempekerjakan masyarakat pribumi membuat akses jalan tembus ke Buleleng agar kendaraan penjajah bisa melintas. Pohon besar yang memang sudah ada lubang, tetapi hanya akses jalan setapak. Sehingga pohon dilubangi lagi untuk memperbesar akses jalan.

"Supaya bisa mobilnya Belanda itu masuk," kata Suardana saat ditemui detikBali beberapa waktu lalu.

Pada saat proses melubangi pohon bunut itu, banyak pekerja yang kerja rodi itu meninggal. Dengan banyaknya korban yang meninggal, Bunut Bolong akhirnya disakralkan.

Di bawah pohon sempat dibuatkan angsangan (tempat sembahyang), kemudian dipindah dan dibuatkan padmasana di sebelah Bunut Bolong.


Sumber : detik.com

0 comments: