Arti Sendiko Dawuh dalam Budaya Jawa untuk Menunjukkan Ketaatan

Senin, September 12, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi arti sendiko dawuh. Foto: Pixabay

Jawa dikenal sebagai suku yang menjunjung tinggi tata krama. Tata bahasanya bahkan dibagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan status lawan bicara. Salah satunya krama inggil yang digunakan untuk berbicara dengan orang tua atau yang lebih dihormati.

Sendiko dawuh termasuk dalam kategori tingkatan bahasa tersebut. Kalimat ini sering diucapkan di lingkungan keraton atau kerajaan zaman dahulu oleh abdi dalem (pelayan) kerajaan saat menerima titah dari sang raja.
Meski begitu, banyak masyarakat Jawa yang masih menganut budaya sendiko dawuh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa arti sendiko dawuh sebenarnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Arti Sendiko Dawuh

Dalam bahasa Jawa, sendiko artinya “saya taat” atau “menurut”, sedangkan dawuh dapat diartikan sebagai menyuruh orang lain mengerjakan suatu perintah. Jadi, arti sendiko dawuh adalah menaati atau menuruti perintah dari orang yang dihormati karena derajat pangkat maupun keilmuannya.
Sederhananya, sendiko dawuh adalah jawaban seseorang saat mendapatkan titah atau perintah dari orang yang memiliki derajat lebih tinggi darinya. Arti kalimatnya kurang lebih adalah “Saya patuh terhadap perkataan Anda”.

Di lingkungan pesantren, sendiko dawuh dianggap sebagai bentuk totalitas ketaatan santri kepada kiai atau gurunya. Beberapa pesantren mewajibkan para santrinya untuk menganut budaya tersebut.
Dijelaskan dalam jurnal Bimbingan Islam dalam Meningkatkan Kebermaknaan Hidup Jama’ah Dzikir Wirdhul Lathif oleh Ilham Prakoso, dengan mengatakan kalimat tersebut, artinya santri bersedia melaksanakan apa pun perintah dari kiai meski terkadang bertentangan dengan kepercayaan dan keinginan mereka.
Tak hanya di pesantren, ungkapan sendiko dawuh dalam kehidupan sehari-hari juga dapat ditemui dalam hubungan rumah tangga. Seorang istri mengucapkannya sebagai bentuk bakti terhadap sang suami.

Contoh Kalimat Bahasa Krama Inggil

Selain sendiko dawuh, berikut contoh kalimat bahasa krama inggil lainnya yang sering diucapkan sehari-hari, dikutip dari buku Kamus Indonesia Jawa tulisan Sutrisno Sastro Utomo dan Kamus Praktis Berbahasa Jawa tulisan Siti Rofiqoh, dkk.
  • Sugeng enjang. (Selamat pagi)
  • Sugeng siang. (Selamat siang)
  • Sugeng sonten. (Selamat sore)
  • Sugeng ndalu. (Selamat malam)
  • Panjenengan badhe tindak dhateng pundi? (Kamu akan pergi ke mana?)
  • Ibu tindak dhateng peken mundhut uwos. (Ibu ke pasar membeli beras)
  • Pak guru tindak sekolah nitih sepeda montor. (Pak guru ke sekolah naik sepeda motor)
  • Matur nuwun sanget kagem bapak kalih ibu. (Terima kasih banyak bapak dan ibu)
  • Ibu berangkat ke Surabaya. (Ibu tindhak ten Surabaya)
  • Bapak badhe tindak pundi? (Bapak mau ke mana?)

Sumber : kumparan.com

0 comments: