Asia Tenggara Butuhkan Investasi Tahunan USD 210 Miliar untuk Energi Terbarukan

Selasa, September 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

PLN siapkan 36 PLTS atap dengan kapasitas 869 kWp di Bali. Foto: PLN

Asia Tenggara disebut perlu lebih dari dua kali lipat melakukan investasi tahunan untuk energi terbarukan. Hal ini sebagai upaya mempercepat transisi energi dan untuk mengatasi perubahan iklim.
Berdasarkan laporan Reuters, pernyataan tersebut disampaikan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA) yang mengatakan, rata-rata investasi tahunan yang diperlukan sebesar USD 210 miliar untuk jangka panjang.
Investasi itu sebagai keperluan energi terbarukan, efisiensi energi, dan untuk mendukung teknologi serta infrastruktur pada periode hingga 2050. Langkah ini juga menjadi tujuan iklim dalam  membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celsius.
IRENA turut menyatakan, investasi tersebut lebih dari dua setengah kali jumlah yang saat ini direncanakan oleh pemerintah Asia Tenggara untuk mencapai tujuan mereka.
“Penghentian batu bara, ditambah dengan energi terbarukan dan interkoneksi jaringan regional, merupakan langkah yang sangat diperlukan untuk menyelaraskan dengan target nol bersih,” kata Direktur Jenderal IRENA Francesco La Camera yang dikutip dari Reuters, Minggu (18/9).
Asia Tenggara adalah tempat bagi 25 persen dari kapasitas pembangkit panas bumi dunia, tetapi wilayah ini juga memiliki cadangan batu bara yang besar. Perekonomian terbesar di kawasan ini termasuk Indonesia yang merupakan pengekspor batu bara termal terbesar di dunia.
Sementara setengah dari anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah berjanji untuk berhenti menggunakan batu bara di sektor listrik.
Wilayah tersebut bertujuan untuk memiliki 23 persen dari energi primernya yang dipasok oleh energi terbarukan pada tahun 2025. Namun, investasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang beragam.
“Mempercepat transisi energi sangat penting untuk memenuhi tujuan iklim dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan,” kata Nuki Agya Utama, Direktur Eksekutif Pusat Energi ASEAN.
IRENA mengatakan negara-negara Asia Tenggara dapat berinvestasi lebih banyak dalam energi terbarukan mengurangi biaya energi mereka dan menghindari sebanyak USD 1,5 triliun biaya yang berkaitan dengan kesehatan dan kerusakan lingkungan dari bahan bakar fosil hingga tahun 2050.


Sumber : kumparan.com

0 comments: