Bagaimana Urutan Acara Tedak Siten?

Kamis, September 29, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Tedak Siten merupakan salah satu tradisi dari adat Jawa yang kini tengah banyak diperbincangkan. Sebenarnya gimana sih urutan acara Tedak Siten?
Makin banyak orang yang menjadi penasaran mengenai Tedak Siten setelah melihat prosesi Tedak Siten yang dijalani oleh Ameena, anak dari Aurel Hermansyh dan Atta Halilintar.
Acara Tedak Siten-nya Ameena menjadi berita yang viral di mana-mana. Dari sinilah makanya para warganet juga jadi ingin mengetahui lebih detail soal upacara Tedak Siten ini.
Sebenarnya Tedak Siten sudah menjadi tradisi yang dijalankan secara turun temurun. Inti dari upacara Tedak Siten adalah sebagai rasa syukur atas karunia Tuhan atas kehadiran si kecil.
Nah, lantas gimana sih urutan acara Tedak Siten ini serta bagaimana tata laksananya? Yuk, simak selengkapnya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!

Urutan Acara Tedak Siten

Memiliki buah hati merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Mama-mama dan Papa-papa. Tentu saja, kalian ingin membagi rasa bahagia dan syukur ini dengan banyak orang dong. Salah satunya dengan membuat perayaan seperti acara Tedak Siten ini.
Bagi Mama-mama dan Papa-papa yang berasal dari suku Jawa, sepertinya sudah enggak asing ya dengan tradisi yang telah dilakukan turun temurun ini. 'Tedak' sendiri artinya melangkah, sementara 'Siten'berasal dari kata 'siti' yang maknanya adalah tanah atau bumi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Tedak Siten ini mempunyai arti melangkah di bumi.
Upacara Tedak Siten umumnya dilakukan saat bayi berusia sekitar 7-8 bulan. Tujuan dari Tedak Siten, selain sebagai rasa syukur dari orang tua untuk kelahiran anaknya, sekaligus juga harapan agar kelak agar si kecil bisa tumbuh mandiri.
Tradisi ini pun dilakukan untuk penghormatan kepada bumi, tempat di mana anak belajar menginjakkan kakinya demi mencapai masa depan yang terbaik baginya.
Bagaimana urutan acara Tedak Siten? Berikut adalah susunan sekaligus tata laksananya:

1. Sungkeman

Prosesi pertama yang dilakukan adalah sungkeman. Sungkeman sendiri memiliki tujuan sebagai permohonan serta doa restu dari orang tua ke anak buat kehidupannya kelak.
Selain sungkeman dari anak pada orang tua, nantinya si kecil juga bakalan digendong untuk melakukan sungkeman kepada nenek dan kakeknya.

2. Berjalan di Atas Jenang 7 Warna

Lalu, bayi akan dipandu buat berjalan di atas jenang 7 warna yang berbeda (merah, putih, merah muda, kuning, hijau, biru, dan ungu) yang terbuat dari beras ketan, atau yang sering disebut juga jadah.
Susunan jadah memang disusun mulai dari warna tergelap hingga paling terang. Sebagai simbol bahwa nantinya anak akan menghadapi permasalahan dalam hidup, tapi tetap akan menemui titik terang atau jalan keluar.

3. Menaiki dan Menuruni Tangga yang Terbuat dari Tebu

Selanjutnya, bayi bakalan dibimbing untuk menginjak anak tangga yang terbuat dari tebu "Arjuna". Dengan harapan kelak si buah hati bisa memiliki jiwa pejuang seperti ksatria Arjuna (tokoh dalam pewayangan dan baik hati dan bertanggung jawab).
Apabila sudah sampai pada tangga tertinggi, anak akan duduk sejenak. Hal ini sebagai filosofi dan harapan agar dia bisa mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya.

4. Masuk ke Dalam Kurungan Ayam dan Memilih Mainan

Anak kini akan dipandu untuk memasuki kandang ayam yang telah diberikan dekorasi kertas warna-warni.
Dalam kandang tersebut, akan ada berbagai barang atau mainan. Nantinya bayi akan memilih barang yang disediakan tersebut.
Apabila bayi memilih mainan dokter-dokteran, mungkin di masa depan dia bakalan menjadi seorang dokter. Sementara itu, jika si kecil memilih buku, bisa jadi saat dewasa nanti dia akan menjadi seorang dosen atau profesor.
Apa yang dipilih oleh bayi menjadi sebuah makna mengenai pekerjaan atau kegemaran si kecil di masa yang akan datang.

5. Siraman

Kemudian prosesi selanjutnya adalah anak dimandikan dengan menggunakan air kembang setaman. Lalu akan digantikan dengan pakaian yang bagus. Siraman ini bertujuan supaya jiwa dan raga anak tetap bersih.

6. Menyebarkan atau Saweran Uang Logam

Dilanjutkan oleh sesi menyebar uang logam atau yang dikenal juga dengan prosesi saweran. Hal ini sebagai harapan bahwa anak nantinya akan memiliki sifat dermawan dan senang berbagi pada bersama.

7. Doa serta Makan Bersama

Acara Tedak Siten umumnya diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz maupun pemuka agama. Lalu dilakukan prosesi pemotongan tumpeng serta makan bersama keluarga, kerabat, dan tetangga dekat.
Itulah dia urutan acara Tedak Siten yang merupakan tradisi dari budaya Jawa. Semoga informasi ini bisa menambah lagi wawasanmu mengenai adat istiadat dan budaya.
Sumber : kumparan.com

0 comments: