Bisnis Sate Khas Jepang Yatai Tori di Bekasi: Berawal dari Reunian, Berakhir Jadi Cuan

Senin, September 19, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Liputan6.com, Jakarta - Sulit dipercaya, tetapi pelaku UMKM ini membuka gerbang ide usaha berawal dari reunian sekolah dasar. Alfian To Tri (22) dengan 3 rekan lainnya (Fia, Vano, Daffa) sukses menekuni bisnis kuliner yakni Yatai Tori.

Keputusannya untuk membuka usaha kuliner khas Jepang ini tak lepas dari keyakinan mereka yang sudah membekali ilmu bisnis semasa kuliahnya

"Awalnya saya lihat trend orang jualan kalau enggak sate taichan atau angkringan, nah saya bosan kalau memulai bisnis pertama yang sudah banyak di pasaran. Jadi saya memutuskan untuk membuka kedai pinggir jalan yang menjual sate khas Jepang dengan bahan bakunya daging ayam," ujar Alfian.

Pemilihan nama usaha Yatai Tori terlepas dari arti "yatai" dalam bahasa Jepang yaitu kedai pinggir jalan atau street food, sedangkan "tori" artinya ayam. Secara tidak langsung memang konsep dari usaha ini hanya gerobakan dari awal buka sampai sekarang.

Pebisnis yang baru terjun pada Oktober 2021 silam ini pun mengaku memiliki omzet yang terbilang cukup signifikan dari awal buka. 

"Masih di rata-rata 2 digit, kalau untuk per hari kita bisa habis di atas 200 tusuk sate yakitori dan 8 jenis sate yang berbeda. Apalagi kalau weekend bisa 2-3 kali lipatnya," paparnya.

Daya Tarik Yatai Tori

Tak lepas dari kebiasaan orang Indonesia yang tidak biasa makan tanpa adanya sensasi pedas, jadi Yatai Tori ini walaupun menjual menu makanan khas Jepang, tetapi tidak lupa menggunakan sambal berupa chili oil yang pastinya sudah terbukti enak.

Selain itu, keistimewaan dari usaha Yatai Tori ini adalah harga yang ramah di kantong. "Jadi saya mau semua orang bisa coba produk ini tanpa harus spend budget kantong yang tebal," katanya.

Pasang Surut yang Dialami

Di tengah keberhasilan usaha Yatai Tori yang sudah populer saat ini, pasti melewati berbagai rintangan yang sebelumnya dialami. 

"Dulu kita mulai berempat dari proses masak, dorong-dorong gerobak, jualan, beres-beres closing-an sampai diusir preman. Apalagi kalau jualannya enggak laku terus kehujanan itu sedih banget," ungkap Alfian.

Walaupun sempat melewati masa-masa seperti itu, tetapi Alfian beserta rekan lainnya memutar strategi dengan meningkatkan perkembangan bisnis mulai dari promosi hingga membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Dia menambahkan, kedai pinggir jalan yang berada di Kota Bekasi ini tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19

"Justru kita beruntung karena kita mulai di saat ekonomi kita lagi bangkit, jadi momen ini termasuk yang tepat buat teman-teman lainnya memulai bisnis juga," dia menandaskan.

Harapan Pelaku UMKM

Tidak bisa dipungkiri memang manfaat dari adanya UMKM ini bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga memeratakan perekonomian rakyat. Sebagai contoh dari salah satu pelaku UMKM di Indonesia, pebisnis muda ini berpesan untuk lakukan yang terbaik sesuai yang kita bisa. Salah satu tipsnya yakni jadikan media sosial kita sebagai wadah untuk mempromosikan suatu produk.

“Bangun kepercayaan yang kuat ke seluruh stakeholder bisnis kita dan jaga selalu loyal customer. Kebetulan kita masih muda-muda, jadi mungkin kita lebih adaptif sama perubahan digital,” ungkap Alfian selaku founder Yatai Tori.

Sumber : liputan6

0 comments: