Cerita Iis dari Penjaga Kantin hingga Jadi Pengusaha Kopi

Rabu, September 28, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Pangandaran - Iis Sunisih (35) warga Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran berhasil menjalani bisnis kopi dengan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.
Perjuangan Iis tidak mudah. Sebelum sukses, dia sempat menjadi pedagang di kantin sekolah yang berada di dekat rumahnya. 

"Dulu memang saya hanya penjual di kantin dan untuk menambah penghasilan kerja buruh serabutan," kata Iis kepada detikJabar

Menurutnya, awal mula dia menyentuh usaha kopi berawal dari keisengan sang suami yang suka menikmati kopi dan mulai menanam biji kopi sendiri. Tanpa ada kendala, tanaman kopi pun panen. Ada yang tertarik dengan kopi yang ditanam Iis bersama suaminya. "Ya dulu awalnya hanya untuk dinikmati sendiri, tapi pas dijual ada yang mau," katanya.

Seiring berjalan waktu, Iis memberanikan diri untuk memulai usaha kopi dengan serius tepatnya pada 2019. "Saya memberanikan diri membeli kebun kopi seluas setengah hektare," katanya.

Ia mengatakan, awal-awal menjalani bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Sempat ada penolakan dari konsumen termasuk termasuk harga jual yang dianggap terlalu tinggi bila dibandingkan kopi sachet. "Dulu saat saya menawarkan kopi ke kedai yang di Pangandaran banyak yang menolak, disebut ribet dan banyak yang sebut mirip kopi sachet," katanya

Iis mengaku sempat mengalami masalah termasuk penurunan omzet ketika pandemi COVID-19 terjadi. "Hampir putus asa, tapi saya dan tim tetep bertahan, saya tidak hanya berjualan kopi robusta saja," ucapnya.

Memutar otak, Iis akhirnya melakukan terobosan dengan menjual kopi arabika house blend dan arabika espresso. "Seiring berjalanannya waktu usaha kopi Robusta saya diminati sebanyak 17 kedai di Pangandaran," ucapnya.

Sejak saat itu Iis menamai usaha kopinya dengan nama Silalabak. "Dari usaha biji kopi dalam sebulan omzetnya mencapai 20 Juta per bulan. Karena saya juga jual ke luar daerah, Jogja, Bandung, Depok, dan Jakarta," ujarnya.

Dalam satu kali panen Iis bisa memproses biji kopi hasil sangrai sebesar 1 Kwintal. "Dalam 1 kwintal kedai kopi bisa untuk 17 kedai di Pangandaran dan untuk per orangan yang beli secara pribadi," katanya.

Untuk harga kopinya sangat beragam sesuai jenisnya, untuk natural classic Rp 140.000, robusta wine Rp 250.000 dan robusta lanang Rp 200.000.

Selain berjualan kopi saat ini Iis membuka kelas barista dari mulai belajar nyenduh kopi atau sekedar ingin tau tentang kopi pihaknya siap membantu. Menurutnya, peluang bisnis kopi di Pangandaran sangat bagus, karena mulai banyak kedai baru yang bermunculan, peluang pasar yang sangat bagus buat para pengusaha kopi.

Sumber : detik.com

0 comments: