Cerita PMI Asal Labuan Bajo Disiksa di Abu Dhabi, Dicambuk hingga Tak Diberi Makan

Senin, September 12, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 09 11 18 2665253 cerita-pmi-asal-labuan-bajo-disiksa-di-abu-dhabi-dicambuk-hingga-tak-diberi-makan-L7gvtQQaaT.jpgRufina Purnawati (kiri) berhasil dipulangkan ke kampung halamannya. (Foto: ist.)

JAKARTA – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi dari majikannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), berhasil dipulangkan ke kampung halamannya.

Rufina Purnawati, (22), asal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil dipulangkan atas usaha Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui kantor wilayah Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten dan BP3MI Nusa Tenggara Timur serta Migrant Care. Setelah melalui proses panjang Rufina bisa kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kemudian menuju di Bandara Internasional Komodo.

Diketahui, Rufina awalnya mendapat tawaran menjadi pekerja migran di negara tersebut oleh sponsor yang dikenalnya lewat Facebook. Dia dijanjikan bekerja di Abu Dhabi dengan gaji besar. Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan impian itu, Rufina justru dijadikan asisten rumah tanggan (ART) dan mendapatkan perlakuan buruk,

Menurut Staff Divisi Bantuan Hukum Migrant Care, Yusuf, saat tiba di Abu Dhabi Rufina langsung dibawa ke penampungan oleh agensi. Selama bekerja di sana alat komunikasi Rufina disita sehingga dia tidak dapat menghubungi siapapun.

Selain itu dia juga mengalami penyiksaan, bahkan terkadang tidak diberi makan oleh majikannya.

"Dia sering dimarahi dan tidak diberikan jam kerja yang menentu oleh majikan hingga PMI Rufina sakit," ungkap Yusuf.

Rufina juga sempat dipindahkan agensi bekerja dengan seorang majikan di Bangladesh. Disana Rufina tetap dipaksa bekerja oleh majikannya dalam kondisi sakit

"Hingga dicambuk menggunakan selang sebanyak 50 kali.” kata Yusuf.

Mendapat perlakuan itu, Rufina akhirnya berhasil melarikan diri dengan melompat dari lantai dua rumah majikannya. Dia kemudian diselamatkan oleh warga setempat yang melaporkan majikannya ke polisi.

Rufina sendiri dikembalikan kepada agensi, namun di tidak diizinkan untuk kembali ke Indonesia.

Menurut Yusuf, pihak agensi sempat menelpon keluarga Rufina dan mendesak Rufina untuk mengatakan kepada keluarganya kalau kondisinya baik-baik saja. Lalu agensi meminta uang sebanyak Rp40 juta kepada keluarganya jika Ingin Rufina dipulangkan.

"Berdasarkan laporan kepolisian dan dengan bantuan KBRI Abu Dhabi yang mendesak pihak agensi untuk memulangkan Rufina, akhirnya Rufina dipulangkan ke Indonesia,” Jelas Yusuf.

Rufina mengaku senang bisa kembali pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarganya. Dia telah lama ingin pulang lantaran mengalami penyiksaan dari majikannya di negeri asing.

“Saya senang sekali akhirnya saya akan pulang ke daerah asal hari ini," ujarnya.

Sumber : okezone

0 comments: