Dua Nelayan RI Ditangkap saat Cari Ikan di Perairan Malaysia

Kamis, September 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi. Malaysia menangkap dua nelayan Indonesia saat tengah mencari ikan di perairan Negeri Jiran pada awal September lalu. (iStockphoto/Milan Markovic)

Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia menangkap dua nelayan Indonesia saat tengah mencari ikan di perairan Negeri Jiran pada awal September lalu.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bahan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengonfirmasi kabar penangkapan nelayan itu.

"Siap, sudah ditangani KJRI [Konsulat Jenderal RI] Kuching. Info lengkapnya sebentar lagi yaa," kata Judha kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/9).


Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono, juga menyatakan hal serupa.

Berita soal penangkapan ini mencuat usai Intelkam Polsek Bunguran Timur melakukan koordinasi dengan wakil ketua nelayan Sungai Ulu.

Menurut hasil pembicaraan kedua pihak itu, diketahui sejumlah nelayan Natuna melaut pada 3 September sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapal-kapal nelayan itu melaut hingga 10-15 mil atau 16-21 kilometer ke dalam wilayah perairan Malaysia.

Aparat Malaysia kemudian menangkap dua nelayan RI, yakni Kasnadi dan Johan. 

Saat melaut, para nelayan jarang berkomunikasi melalui radio sehingga mereka tak menyadari posisi dan keadaan satu sama lain.

"Mereka tertangkap di titik koordinat nomor lokasi 310 pada wilayah perairan Malaysia atau kurang lebih sudah berada 10 sampai dengan 15 mil ke wilayah perairan Malaysia," demikian pernyataan resmi Polsek Bunguran Timur.

Kasnadi dan Johan sempat menghubungi keluarga untuk memberi tahu soal penangkapan itu pada 8 September.

Namun, saat ini para istri tak bisa berkomunikasi dengan suami mereka masing-masing.

Jika mendapati nelayan RI dengan kapal kecil melaut hingga ke perairan Malaysia, biasanya petugas Negeri Jiran hanya mengambil ikan hasil tangkapan dan membuang persediaan BBM.

Namun, kasus kedua nelayan ini berbeda. Pihak Malaysia menangkap dan menyita ponsel para nelayan.

"HP dari para nelayan tersebut telah disita pihak APMM [Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia]," demikian pernyataan Polsek Bunguran Timur.

Kasnadi dan Johan sempat menghubungi keluarga untuk memberi tahu soal penangkapan itu pada 8 September.

Namun, saat ini para istri tak bisa berkomunikasi dengan suami mereka masing-masing.

Jika mendapati nelayan RI dengan kapal kecil melaut hingga ke perairan Malaysia, biasanya petugas Negeri Jiran hanya mengambil ikan hasil tangkapan dan membuang persediaan BBM.

Namun, kasus kedua nelayan ini berbeda. Pihak Malaysia menangkap dan menyita ponsel para nelayan.

"HP dari para nelayan tersebut telah disita pihak APMM [Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia]," demikian pernyataan Polsek Bunguran Timur.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: