Festival Kampung Senaung Kenduri Swarnabhumi 2022: Perkuat Budaya Melayu

Senin, September 19, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Festival Kampung Senaung 2022 menampilkan tarian tradisional. (Foto: Istimewa)
Jambikita.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi didukung Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Festival Kampung Senaung 2022, Sabtu (17/9).
Festival ini merupakan bagian Kenduri Swarnabhumi 2022 yang diselenggarakan bersama 14 pemerintah daerah setempat yang dilalui Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.
Berbagai atraksi budaya ditampilkan dalam Festival Kampung Senanung 2022, yakni arak-arakan, persembahan kesenian Tari Tabur Kunyit, Kompangan, serta ritual adat di Muaro Jambi termasuk Bakarang Ikan atau menangkap ikan secara tradisional demi lestari sungai.
Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Sjamsul Hadi menyampaikan Festival Kampung Senaung 2022 bertujuan menyebarluaskan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat Melayu di DAS Batanghari.
Perhelatan seperti ini, kata Sjamsul, memperkuat lagi kebudayaan akuatik Melayu sebagai common identity pada daerah yang masuk dalam DAS Batanghari, salah satunya Kabupaten Muaro Jambi.

Menurutnya, penyebaran kearifan lokal di kawasan DAS Batanghari melalui festival, membangkitkan kebudayaan masyarakat akuatik Melayu. Juga menjadi media pemulihan ekosistem budaya berdasarkan sumber daya budaya dan alam untuk pemajuan kebudayaan.
“Sehingga dapat meningkatkan keterhubungan antara sungai, manusia, dan budaya dalam mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya dan cagar budaya Nasional untuk masa depan,” ujarnya.
Sjamsul mengungkapkan, Kenduri Swarnabhumi yang diselenggarakan dengan mengangkat 14 festival daerah diharapkan mampu mengenali kembali kebesaran nama, dan makna dari Sungai Batanghari yang membentuk peradaban lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Senaung, Bustami, mengemukakan Festival Senaung menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan masyarakat sebagai bentuk merawat tradisi nenek moyang.
“Ini semua tradisi nenek moyang kami, seperti sedekah payo dan bekarang. Sejak desa ini ada dan terbentuk, tradisi budaya yang harus dijaga kelestariannya di Desa Senaung, Muaro Jambi,” ucap Bustami.
Bustami menyebutkan, festival sejenis ini menjadi cara pemerintah desa maupun kabupaten untuk memperkenalkan segala khasanah budaya yang ada di Senaung, mulai dari permainan, kuliner, upacara adat, sehingga tetap lestari. Bustami berharap, kegiatan Festival Senaung atau budaya lainnya dapat terus berkesinambungan, karena bernilai positif untuk menjaga, serta memperkenalkan semua tradisi di Jambi dan daerah lainnya.
Sebagai informasi, di Festival Senaung 2022 terdapat berbagai jenis acara adat, seperti sedekah payo yang merupakan kebiasaan doa masyarakat lokal sebelum memulai panen agar mencapai hasil memuaskan. Ada pula bakarang yaitu tradisi menangkap ikan dengan pola ramah lingkungan dengan menggunakan dua wadah dibuat dari bambu rotan oleh masyarakat Senanung di Sungai Batanghari.
Sedangkan kegiatan Kenduri Swarnabhumi 2022 mengusung narasi Menghubungkan Kembali Masyarakat DAS Batanghari dan mengangkat tema Peradaban Sungai Batanghari: Dulu, Kini, dan Nanti.

Sumber : kumparan.com

0 comments: