Kisah Jembatan Sewo Indramayu dan Aktivitas Sapu Duit

Rabu, September 21, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


Indramayu - Legenda Jembatan Sewo di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ternyata sudah ada sejak dulu. Konon, kisah kakak-adik, Saedah Saeni yang menjelma jadi buaya di Sungai Sewo, sudah beredar di masyarakat sejak Zaman Belanda. Hingga saat ini, legenda itu, masih dipercaya masyarakat yang tergambar dalam aktivitas penyapu koin.

Salah satu warga Uum (49) menjelaskan, ia mengambil uang yang dilempar dari para pengendara yang melintas ini sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, aktivitas itu tidak dilakukan oleh orang sebanyak saat ini.

"Tidak tahu pastinya, tapi kata orang tua jaman dulu, aktivitas ini (penyapu koin) sudah ada sejak jembatan masih pakai kayu dan kendaraan yang melintas dari Batavia masih menggunakan kereta kencana," kata Uum saat menceritakan Jembatan Sewo

Aktivitas mengais uang koin setiap masa mengalami perubahan. Dulunya, tradisi mengambil uang di sekitar jembatan masih menggunakan tangan kosong. Hal itu mengingat jumlah kendaraan yang melintas belum ramai seperti saat ini.

"Waktu saya SD sudah ada, sambil lewat saya ikut ambil uang 5 perak yang dilempar untuk uang saku ke sekolah, sampe tangan pada lecet lantaran berebut koin," seru Uum dalam ceritanya.

Namun, kata Ibu berusia 49 tahun itu, tradisi "nyapu koin" tidak benar-benar menjadi aktivitas warga di Desa Sukra, Indramayu, Jawa Barat. Warga memiliki mata pencaharian utama. Seperti, bertani, kuli bangunan, kuli panggul dan lainnya.

"Orang sini nya sih kebanyakan bertani, berkebun, atau kuli panggul. Sekarang justru banyakan dari daerah lain yang ikut nyapu," katanya.

Dikutip dalam Skripsi laman http://etd.repository.ugm.ac.id/ bahwa aktivitas Nyapu Duit di Jembatan Sewo erat kaitannya dengan sebuah cerita rakyat Saedah dan Saeni yang begitu melegenda di wilayah Pantura Jawa Barat. Keberadaan legenda Saedah Saeni di Jembatan Sewo melahirkan kesan mistis beserta mitos yang berkembang di jembatan ini. Masyarakat pendukung percaya dengan melakukan Tawur Duit di Jembatan Sewo sebagai bentuk untuk menghindarkan diri dari hal buruk di jembatan tersebut.

Dari hasil penelitian itu menyebutkan mayoritas penyapu duit yang melakukan aktivitas Nyapu Duit di Jembatan Sewo merupakan warga miskin yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, keterampilan dan lapangan pekerjaan. Tradisi ini tetap bertahan hingga hari ini tidak terlepas dari faktor keinginan berkaitan dengan motivasi yang dimiliki oleh aktor yang tidak terlepas dari kepercayaan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat pendukung, sehingga melahirkan peluang ekonomi yang dimanfaatkan oleh penyapu duit di jembatan untuk mendapatkan penghasilan.

Sumber : detik

0 comments: