Menaker Singapura Minta Pengusaha Coba Sistem Kerja 4 Hari Seminggu

Rabu, September 14, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Menaker Singapura Gan Siow Huang meminta pengusaha dan pekerja mulai mencoba menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan supaya lebih efektif. Ilustrasi Singapura. (AFP/ROSLAN RAHMAN).

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Singapura Gan Siow Huang mengatakan pengusaha dan pekerja mulai memikirkan untuk menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan.

Mengutip CNA, Selasa (13/9), ia menilai kebijakan empat hari kerja dalam sepekan akan membuat kinerja semakin lebih baik. Namun, lanjutnya, untuk beberapa sektor kebijakan itu mungkin tidak tepat.


"Satu minggu kerja empat hari adalah salah satu dari banyak jenis pengaturan kerja yang fleksibel, dan kementerian, bersama dengan mitra tripartit kami, sangat mendorong pengusaha dan karyawan untuk terbuka terhadap pengaturan kerja yang fleksibel, dalam segala bentuknya untuk mengidentifikasi dan mengadopsi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis unik mereka dan kebutuhan pekerja mereka," kata Gan.

Gan mengatakan sudah ada beberapa negara yang menerapkan kebijakan tersebut, seperti Irlandia, Jepang, dan Spanyol.

Tak hanya itu, di Belgia, karyawan memiliki hak untuk meminta empat hari kerja seminggu, tetapi dengan jam kerja harian yang diperpanjang sehingga jumlah jam kerja dalam sepekan tetap sama.

"Sejauh ini, hasilnya tampak beragam. Beberapa kekhawatiran utama yang dimiliki pemangku kepentingan mencakup dampak pada produktivitas, biaya bisnis, dan kesejahteraan karyawan," kata Gan.

Gan menilai terkait peningkatan produktivitas, hal itu bergantung pada sektor dan jenis pekerjaan.

"Dalam beberapa kasus, pengurangan jam kerja harus dikompensasi dengan mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja," kata Gan.

Di sisi lain, ada kekhawatiran dari pekerja akan pengurangan gaji jika hari kerja dikurangi dari lima atau enam menjadi empat hari dalam sepekan.

"Pada saat yang sama, karyawan khawatir bahwa gaji mereka dapat dikurangi karena jam kerja yang lebih sedikit, sementara beberapa dapat menghadapi peningkatan stres ketika mereka bekerja lebih banyak dari biasanya dalam sehari untuk menyelesaikan pekerjaan mereka," imbuhnya.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: