Menengok Aturan Berbusana dalam Pemakaman Ratu Elizabeth II

Selasa, September 20, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ada sejumlah aturan berbusana yang diberlakukan dalam prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II. (AP/Phil Noble)

Pemakaman Ratu Elizabeth II digelar hari ini, Senin (19/9). Ada sejumlah aturan berbusana dalam tradisi pemakaman kerajaan Inggris.

Pada pukul 11 pagi waktu setempat, ribuan orang bakal memenuhi Westminster Abbey untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II. Sementara jutaan lainnya bisa menyaksikan prosesi pemakaman secara daring.

Pemakaman ini dilakukan pada akhir masa berkabung 10 hari, sebagaimana yang telah diumumkan Raja Charles III. Selama periode ini, anggota keluarga kerajaan selalu terlihat dalam busana berkabungnya masing-masing: pakaian formal berwarna hitam serta medali militer.

Aturan busana berkabung ini telah diikuti oleh anggota keluarga kerajaan selama ratusan tahun. Tak heran jika aturan ini dilakukan sedemikian ketat.


Mengutip Metro UK, saat keluarga memberikan penghormatan terakhirnya untuk mendiang Ratu Elizabeth II, mereka mengenakan busana berkabung tradisional. Busana ini selalu dikenakan dalam penampilan publik selama masa berkabung 10 hari ke belakang.

Dalam pemakanan, mereka diharuskan untuk mengenakan busana berwarna hitam. Tak akan ada satupun warna cerah yang terlihat dalam pemakaman.

Anggota keluarga kerajaan wanita, baik yang bekerja atau tidak bekerja, akan mengenakan busana formal dengan panjang selutut berwarna hitam. Penampilan mereka dilengkapi dengan topi dan veil berwarna senada.

Penampilan yang sama juga pernah dikenakan Putri Diana untuk pemakaman Putri Grace dari Monaco pada 1982 silam.

Para pria yang bekerja akan mengenakan seragam militer. Sementara mereka yang tidak bekerja akan mengenakan mantel berkabung.

Sempat Ramai Dibicarakan
Ilustrasi. Ada sejumlah aturan berbusana yang diberlakukan dalam prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II. (AFP/SEBASTIEN BOZON)

Keputusan seputar aturan berbusana pada pemakaman Ratu Elizabeth II sempat ramai diperbincangkan. Mengutip Elle, istana mulanya mengumumkan bahwa Pangeran Harry tidak diizinkan mengenakan seragam militernya karena telah mengundurkan diri dari tugasnya sebagai anggota kerajaan.

Selama masa berkabung kemarin, Harry hanya diizinkan mengenakan setelah hitam dan medali militer yang dipasangkan di jasnya.

Namun kemudian, Istana Buckingham membuat pengecualian dengan memberikan dispensasi khusus untuk Pangeran Harry dan Duke of York Pangeran Andrew sebagai 'tanda penghormatan terakhir' untuk Ratu Elizabeth II.

Berjalan Bertahun-tahun
Ratu Victoria dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan gaun berkabung. Setelah kematian suaminya, Pangeran Albert, pada 1861 silam, ia mulai mengenakan busana hitam.

Busana-busana hitam itu dikenakan Ratu Victoria seterusnya hingga ajal menjemputnya.

Sejak saat itu, hitam telah menjadi bagian ketat dari aturan busana berkabung di kerajaan.

"Gaun berkabung telah menjadi bagian dari budaya kerajaan Eropa selama berabad-abad, tapi mencapai puncaknya pada abad ke-19 dengan pengaruh Ratu Victoria, yang menetapkan standar untuk masyarakat lainnya untuk diikuti," ujar sejarawan Matthew Storey, mengutip The Telegraph.

Belakangan, durasi masa berkabung telah dipersingkat. Namun, aturan mengenai busana berwarna hitam masih tetap dipertahankan.

Aturan ini sangat ketat, sehingga setiap anggota keluarga kerajaan harus selalu membawa pakaian hitam dalam koper setiap kali bepergian. Dengan cara itu, meski berada di luar negeri, mereka bisa mengenakan busana berwarna hitam saat ada anggota keluarga kerajaan yang meninggal dunia.




Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: