Mengenal 'Pulau Perempuan' di Laut Baltik, Penjaga Matriarki Terakhir di Eropa

Jumat, September 02, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Ilustrasi/ Doc: BBC

Di Eropa, tepatnya di Pulau Kihnu, yang terletak di Laut Baltik di lepas Pantai Barat Estonia, terdapat komunitas yang didominasi oleh perempuan. Bahkan, pulau ini pun dijuluki sebagai "Pulau Perempuan".

Komunitas ini sering disebut sebagai matriarki terakhir di Eropa. Masyarakat pulau ini didominasi oleh kepemimpinan dan kekuatan para perempuan.

Menurut BBC, para penjaga kebudayaan yang sangat kaya itu kini masuk dalam daftar warisan budaya Unesco.

Para perempuan Kihnu menyeimbangkan tanggung jawab mulai dari menyediakan kebutuhan makan sehari-hari, mengasuh anak, bertani dan beternak, hingga melestarikan warisan tradisi leluhur.

Di tempat ini, peran para laki-laki secara historis absen, mereka pergi mencari ikan di laut atau merantau ke luar pulau, yang menyebabkan tugas para perempuan di Kihnu telah berkembang melampaui peran gender tradisional dan memasuki setiap aspek kehidupan di lahan kering pulau ini.

Mereka adalah penjaga lagu, tari, tenun dan kerajinan tangan tradisional. Mereka juga menjadi konduktor utama upacara penting seperti pernikahan dan pemakaman.

Kematianlah yang membawa arti sebuah kehidupan seperti yang digambarkan dalam "Big Heart, Strong Hands", sebuah buku karya fotografer potret Norwegia, Anne Helene Gjelstad.

Diundang ke acara pemakaman seorang perempuan di Kihnu, Gjelstad mendapati dirinya berada di sebuah dapur yang dikelilingi oleh para perempuan tua berpakaian biru, yang menjadi warna duka mereka.

Pada saat itu, Gjelstad menyadari, kisah tentang para pelindung lingkaran kehidupan yang menua ini perlu diabadikan dan dibagikan.


Ini adalah cerita tentang masa lalu yang penting untuk masa depan, katanya. "Keyakinan batin saya mengatakan bahwa saya harus menangkap ini, menaruhnya di buku, dan menulis ceritanya," katanya seperti dilansir dari BBC, Kamis (1/9/2022).

Potret dan tulisan yang ditangkap Gjelstad menceritakan kisah sebuah tempat yang kental dengan tradisi lagu-lagu Kalevala-meter (sebuah tradisi lisan cerita musikal kuno), pakaian tenun dan bordir berwarna cerah, serta kemampuan perempuan untuk melakukan segala sesuatu mulai dari memperbaiki motor hingga merawat ternak dan tanaman.

Dalam kisah ini terungkap pula perjuangan mereka bertahan hidup di tengah ancaman akan masa depan.

Melewati cuaca buruk yang sering menghantam dan 50 tahun pendudukan Uni Soviet, tradisi matriarkal di Kihnu masih dapat bertahan.

Tetapi merantaunya generasi muda mencari lebih banyak peluang di luar pulau sekarang membahayakan budaya pulau yang unik ini.

Meskipun pariwisata musiman tumbuh subur karena para pengunjung yang penasaran untuk belajar tentang kekayaan tradisi Kihnu dan menyediakan jalur kehidupan yang sangat dibutuhkan pulau itu, populasi asli pulau ini terus menyusut seiring bertambahnya usia.

Secara turun-temurun, cara Kihnu telah diwariskan melalui garis perempuan.

Tetapi dengan setiap pemakaman, dan benang budaya yang terurai merajut baju biru, dalam bukunya Gjelstad menuliskan bahwa budaya matriarki itu terancam punah.


Sumber : okezone.com

0 comments: