Mengenal Tradsi Hajat Walungan, Warisan Budaya Tak Benda Pangandaran

Sabtu, September 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Tradisi Hajat Walungan di Pangandaran (Foto: Istimewa).

Pangandaran - Tradisi Hajat Walungan merupakan salah satu warisan budaya tak benda yang dimiliki Kabupaten Pangandaran. Tradisi itu masih dipertahankan hingga saat ini.
Hajat Walungan atau biasa disebut juga dengan Hajat Waluya. Tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur bahwa sungai bisa menjadi sumber rezeki warga.

"Hajat Waluya ijabnya sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan melalui sungai sebagai jalan rezeki," kata Ketua Lembaga Adat Pangandaran Erik Krisna Yudha kepada, Jumat (16/9/2022).


Dia menjelaskan pelaksanaan Hajat Waluya biasa dilaksanakan setiap bulan muharam dengan cara doa bersama dan karnaval perahu.

"Biasanya ada sekitar 80 perahu gratis bagi siapa saja yang hadir bisa mengikuti penyusuruan sungai Cijulang menuju Green Canyon sampai ke hulu sungai Cijulang," ucapnya.

Menurutnya Hajat Walungan sudah ada sejak lama di Pangandaran, khususnya di sungai Cijulang. "Belum tahu pasti mulainya Hajat Walungan," katanya.

Dia menyebut pada zaman dulu pelaksanaan Hajat Walungan digelar secara sederhana. Pesertanya juga hanya warga sekitar.

"Dengan menyuguhkan sesaji dan doa bersama tahlil," katanya.

Proses Hajat Walungan atau syukuran sungai dilakukan di tepi sungai Cijulang dengan membaca doa dipimpin tokoh agama.

"Masing-masing warga membawa beragam makanan hasil bumi untuk selanjutnya dimakan bersama-sama," katanya.

Ia mengatakan Hajat Waluya sempat punah. Namun, seiring berjalannya waktu karena Pangandaran daerah baru yang memiliki kekayaan warisan budaya akhirnya tradisi tersebut kembali lestari.

"Hajat Walungan di Pangandaran dibuka secara gebyar sejak tahun 2016 sebagai agenda event budaya rutin setiap masuk bulan Muharam," katanya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran memasukan Hajat Waluya sebagai 22 warisan budaya tak benda di Pangandaran.

Hajat walungan saat ini divariasikan dengan penanaman pohon dan penaburan bibit ikan di sungai. "Tujuannya agar kehidupan sungai dan sumber air tetap terjaga," ujar Erik.



Sumber : detik.com

0 comments: