Pasangan Milenial Ini Sukses Bisnis Es Krim Cuan Rp149 Juta/Bulan, Begini Kisahnya

Kamis, September 08, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2022 09 08 455 2663284 pasangan-milenial-ini-sukses-bisnis-es-krim-cuan-rp149-juta-bulan-begini-kisahnya-aylwSr456Z.pngKisah Isphal dan Serina Bangun Bisnis Es Krim. (Foto; okezone.com/CNBC

JAKARTA – Ishpal dan Serina Bajaj kini sukses berkat bisnis es krim vegan yang dibuatnya. Namun ternyata usahanya pernah ditolak saat ingin membuka toko es krim vegan di sebuah pusat perbelanjaan Kuala Lumpur, Malaysia.

“Mereka cukup banyak tertawa, seperti tidak ada orang yang akan makan es krim nabati,” kata Ishpal, dilansir dari CNBC.com.

“Saya pikir seluruh persepsi itu ialah bahwa semua makanan penutup nabati adalah sorbet dan berbasis buah,” tambahnya.

Tetapi pasangan itu justru berhasil menyiapkan es krim vegan dan enak.

“Es krim vegan ini rasanya sama enaknya dengan es krim apapun," kata Serina.

“Kami memiliki orang-orang yang bersedia datang dan yang tidak pernah makan es krim karena mengandung susu,” kata Pendiri Kind Kones Serina Bajaj.

Ketika mereka akhirnya menemukan tempat di mal lain, saat itu juga Ishpal dan Serina tahu mereka berada di jalur yang benar.

“Dukungannya luar biasa, kami menghasilkan sekitar USD8.500 hingga USD10.000 (setara Rp149 juta) setiap bulan,” kata Ishpal.

Dengan 20 kali lipat itu, kini mereka mempunyai 4 toko di Malaysia dan Singapura.

Serina memiliki anak pertamanya pada tahun 2017. Dia menanam rasa intoleransi terhadap produk susu. Hal itu mendorongnya untuk bereksperimen dengan es krim vegan di rumah.

Serina mengatakan kelapa adalah bahan yang sangat besar baginya. Tapi bagaimana menutupi rasa kelapa itu, sehingga rasanya senetral mungkin?

“Itu tantangan bagi kami, sehingga banyak sekali perocobaan. Tapi sekarang kita tahu caranya,” tambahnya malu-malu, tanpa membocorkan resep rahasianya.

Sementara Ishpal dan Serina tahu es krim mereka rasanya enak, mereka sempat khawatir apakah makanan penutup vegan akan menarik bagi masyarakat umum.

“Saat itu, belum banyak veganisme di Malaysia. Anda mendapatkan es krim aneh di supermarket yang mungkin berbahan dasar kedelai,” jelas Serina.

"Veganisme dikaitkan dengan makanan yang hambar dan berumput. Namun, kami memiliki ide untuk meluncurkan Kind Kones dan menjadikannya bisnis kecil," tambahnya.

Itu adalah risiko bagi Ishpal dan Serina yang tidak memiliki pengalaman dalam industri makanan. Mereka bahkan memasukkan lebih dari 140.000 dollar ke Kind Kones di tahun pertama.

Tetapi mereka segera menyadari, mereka memiliki keunggulan pertama dengan es krim nabati yang terbuat dari bahan-bahan alami.

“Idenya adalah jika dulu ada es krim yang mainstream dan kita juga membuatnya, maka tidak ada bedanya. Itu harus cukup mainstream,” kata Serina.

Mereka juga menyadari bahwa makanan penutup mereka tidak hanya melayani mereka yang memiliki gaya hidup nabati, tetapi juga orang-orang dengan kondisi kulit seperti eksim dan alergi lainnya.

“Anak-anak merupakan target pasar yang besar bagi kami. Orang tua menyuruh anak-anak mereka makan es krim kami karena itu juga membuat alergi,” katanya.

Sumber : okezone

0 comments: