Punya Kualitas Udara Terbaik di Dunia, Jakarta Perlu Belajar dari 4 Kota Ini

Sabtu, September 03, 2022 Majalah Holiday 0 Comments



KUALITAS udara menjadi satu hal yang patut diperhatikan pemerintah dan masyarakat setiap negara, serta kota. Sebab, kualitas udara yang buruk tentunya akan mengganggu kesehatan masyarakat hingga menimbulkan rasa tak nyaman.

Berikut adalah 4 kota di dunia yang memiliki kualitas udara terbaik, yang mana Jakarta perlu belajar dari mereka:

Sydney, Australia

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam laman IQAir, Sydney menjadi kota dengan udara bersih di dunia per 31 Agustus 2022. Indeks kualitas udara di Sidney adalah 1, yang berarti sangat baik. Dengan udara yang sangat baik ini, masyarakat pun disarankan untuk rajin membuka jendela rumah atau bangunan lainnya agar udara segar bisa masuk ke dalam ruangan.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memperbanyak aktivitas di luar rumah, seperti berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh dan memanfaatkan udara segar yang tersedia.

Melansir laman University of Wollongong Australia, polusi udara di Sydney dapat ditekan karena pemerintah melarang penggunaan pemanas kayu di daerah perkotaan, mengurangi jumlah kendaraan di jalan, mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi, dan melakukan peningkatan pemantauan kualitas udara.


Meskipun Sydney sudah dinilai memiliki kualitas terbaik, namun ancaman polusi udara yang datang saat cuaca ekstrem, seperti kebakaran hutan dan badai debu, sangat menjadi perhatian utama pemerintah.

Sementara itu, peneliti dari Universitas Wollongong memberikan rekomendasi kepada para pemangku kepentingan agar udara Sydney tetap terjaga. Salah satunya adalah tidak membangun pusat penitipan anak, sekolah, panti jompo, rumah sakit, dan jenis bangunan lain di dekat titik-titik lalu lintas.

Kota Brussels

(Foto: Instagram/@nick.marcq)

Brussels, Belgia

Selanjutnya, ada kota Brussles di Belgia dengan indeks kualitas udara 3. Sama seperti Sydney, masyarakat di kota Brussels didorong untuk banyak beraktivitas di luar rumah agar bisa menikmati udara bersih. Kualitas udara memang menjadi hal yang sangat diprioritaskan di kota ini.

Travel Tomorrow menyebut, sebuah kampanye bernama Brussels for Clean Air diluncurkan di awal 2022 oleh ECAS (European Citizen Action Service) untuk meningkatkan kualitas udara Brussels.

Pada kampanye ini, masyarakat Brussels diajak untuk menyadari pentingnya kebersihan udara agar tidak mengusik kesehatan. Sebab, berdasarkan survei yang sebelumnya sudah dilakukan, warga Brussels sangat prihatin dengan adanya polusi udara lantaran bisa membahayakan kesehatan. Beberapa responden bahkan memertimbangkan untuk pindah ke kota lain jika polusi udara di Brussels meningkat.

Sejak tahun 2021, pemerintah Brussels sebenarnya sudah sangat gencar menyuarakan penekanan polusi dan pemeliharaan kualitas udara. Informasi yang dilansir dari The Brussels Times memaparkan, pemerintah kota itu mempercepat pelaksanaan langkah-langkah penting seperti penguatan zona rendah emisi.


Berlin, Jerman

Masih dari Eropa, Kota Berlin di Jerman berhasil masuk dalam jajaran kota berudara paling bersih di dunia. Disebutkan IQAir, indeks kualitas udara di Berin adalah 4 yang berarti baik.

Kebersihan udara di Berlin sebenarnya adalah sebuah prestasi tersendiri bagi pemerintahnya. Sebab, kota ini dikenal memiliki masalah udara yang sangat serius di era 1970-an dan 1980-an dengan tingkat kabut asap yang sangat tinggi.

Memasuki era 2000-an, Berlin didera masalah serius terkait polusi. Sejak saat itu, pemerintah terus berusaha keras menekan angka polusi dengan mengizinkan digunakannya kendaraan rendah emisi. Saat ini, Berlin telah menjelma menjadi kota yang lebih baik dengan kualitas udara terjaga.


Kota Berlin, Jerman

(Foto: Instagram/@nt.perspective)

Oslo, Norwegia

Kota Oslo di Norwegia tercatat sebagai kota dengan kualitas udara baik di dunia versi IQAir. Data pada tanggal 31 Agustus 2022 menyebut, kota itu memiliki indeks kualitas udara 9 yang tergolong sangat aman.

Melansir laman UN Environment Programme, pemerintah Oslo dinilai berani mengupayakan berbagai langkah agar kualitas udara di kotanya baik. Oslo juga berpartisipasi bersama 41 kota lainnya dalam kampanye Breathe Life yang diinisiasi oleh PBB dan WHO.

Pemerintah Oslo sudah mendorong warganya untuk menggunakan kendaraan rendah emisi. Di tahun 2030, produksi karbon dioksida ditargetkan turun sebesar 95%. Para pejabat di kota itu juga diimbau untiuk menggunakan kendaraan listrik yang jauh lebih bermanfaat.

Sebenarnya, kendaraan listrik sudah berkontribusi 35% terhadap penurunan emisi karbon dioksida di kota itu sejak tahun 2012. Maka dari itu, penggunaannya terus ditingkatkan.

Selanjutnya, pemerintah Oslo berencana untuk menyulap 700 lahan parkir untuk penggunaan lain, termasuk ruang bagi pejalan kaki. Hal itu difokuskan untuk mengurangi penggunaan mobil pribadi.

Sumber : OKEZONE 

0 comments: