Taiwan Sorot Hubungan Rusia-China: Ancaman Bagi Perdamaian Global

Sabtu, September 17, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Xi Jinping dan Vladimir Putin (Foto: Alexandr Demyanchuk/SPUTNIK/AFP/Getty Images)

Jakarta - Pemerintah Taiwan menyebut hubungan antara Rusia dan China merupakan ancaman bagi perdamaian global. Menurut Taiwan, masyarakat internasional harus melawan "ekspansi otoritarianisme".

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (16/9/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak dimulainya konflik di Ukraina. Dalam pertemuan di kota Samarkand, Uzbekistan itu, keduanya memuji hubungan strategis mereka yang bertentangan dengan Barat.


Xi mengatakan kepada Putin bahwa dia "bersedia melakukan upaya-upaya dengan Rusia untuk mengambil peran kekuatan besar".

Putin pun menegaskan kembali dukungan Rusia untuk klaim China atas Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, yang dianggap Beijing sebagai wilayahnya sendiri dan bersumpah akan merebutnya suatu hari nanti.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan "sangat mengutuk Rusia karena mengikuti pemerintah ekspansionis otoriter Partai Komunis China untuk terus membuat pernyataan palsu di tempat-tempat internasional yang merendahkan kedaulatan negara kami."

"(Rusia) menyebut mereka yang menjaga perdamaian dan status quo provokatif, yang sangat menunjukkan bahaya yang disebabkan oleh aliansi rezim otoriter China dan Rusia terhadap perdamaian, stabilitas, demokrasi, dan kebebasan internasional," imbuh pernyataan itu.

Ketegangan di Selat Taiwan melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade ketika China melakukan unjuk kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini sebagai respons keras atas kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taipei bulan lalu.

Selama seminggu setelah kunjungan Pelosi, China mengirim kapal-kapal perang, rudal dan jet tempur ke perairan dan langit di sekitar Taiwan. Taipei mengutuk latihan dan uji coba rudal China itu sebagai persiapan untuk invasi.


Sumber : detik.com

0 comments: