Yuk Berkenalan dengan Mawar, Dugong Primadona Alor

Senin, September 05, 2022 Majalah Holiday 0 Comments


DUGONG merupakan salah satu satwa dilindungi karena kondisi populasinya yang terancam punah

Salah satu lokasi yang menjadi habitat mamalia ini adalah Teluk Kabola di kawasan SAP Selat Pantar Alor Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada satu dugong yang cukup menyita perhatian di wilayah tersebut.

Dugong tersebut bernama mawar yang kerap kali muncul dan ‘menyapa’ para wisatawan. Para wisatawan biasanya berkunjung menggunakan kapal milik nelayan di sekitar pulau.

Para nelayan tersebut lah yang nantinya akan meneriakki nama mawar. Kemudian mawar akan muncul.

Ingin tahu lebih dalam mengenai Mawar si dugong Alor? Berikut fakta-fakta mengenai mawar.

1. Dinamai Mawar meski sebagai Jantan

Salah satu wisatawan asing bernama Maarten De Brauweur dibuat bertanya-tanya ketika mengetahui dugong yang dinamai mawar ini berjenis kelamin jantan. Perawakannya yang besar serta kuat semakin membuat Maaten heran mengapa dugong jantan ini dinamai mawar.

infografis


2. Memiliki “Sahabat” Bernama One (Onesimus Laa)

Banyak sekali hewan yang memiliki ikatan batin dengan manusia. Biasanya hal ini terjadi karena hewan tersebut sudah dipelihara oleh manusia bertahun-tahun lamanya. Lain halnya dengan ikatan yang dimiliki oleh Mawar dengan sahabatnya, Onesimus Laa. Persahabatan ini terjalin dengan kisah yang cukup unik. Tiap kali pulang dari laut, mawar selalu mengikuti One dan membuat One yakin untuk merawatnya selayaknya anggota keluarga sendiri.



3. Memiliki “Pasangan” dan “Anak”

Banyak hal yang telah dilalui oleh Mawar selama kurang lebih 11 tahun hidup berdampingan dengan One. Layaknya makhluk hidup lainnya, Mawar juga berkembang biak. Mulanya ia menemukan pasangan yang kemudian dibawa dan diperkenalkan kepada One. Lalu, ia juga memiliki anak dari hasil perkawinan dengan pasangannya tersebut. sayang, hingga kini anak dan pasangan Mawar belum mau menampakkan wujudnya kecuali kepada One.

4. Cukup Agresif, Jangan Disentuh

Seperti yang diketahui, ketika nama mawar diteriakkan oleh nelayan, mawar akan menghampiri kapal. Sebaiknya para wisatawan jangan menyentuh mawar karena bisa ditarik ke laut karena gerakannya yang cukup agresif.

Bersamaan dengan penetapan status dugong sebagai satwa dilindungi, setiap wisatawan yang ingin ‘bertemu’ dengan mawar, selalu diberikan informasi terkait usaha konservasi yang terus dilakukan oleh One. Salah satu usaha yang dilakukan adalah penanaman mangrove. Dengan menanam mangrove padang Lamun menjadi terjaga. Lamun merupakan sejenis rumput laut yang merupakan makanan dugong

Sumber : OKEZONE 

0 comments: