4 Senjata Misterius China, Termasuk Peluncur Rudal Tak Terlihat

Sabtu, Oktober 15, 2022 Majalah Holiday 0 Comments

Baru-baru ini, China dikabarkan sedang mengembangkan peluncur rudal yang mampu menghindari deteksi satelit, radar, dan drone.

Peneliti di unit roket Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), Yang Biwu, menuturkan bahwa peluncur rudal hipersonik DF-17 ini akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat alutsista itu lebih taktis dan "tak terlihat."

"Saya percaya di medan tempur masa depan, musuh kami tidak akan melihat kami atau mengetahui di mana letak [peluncur rudal] kami," kata Yang dalam siaran media China CCTV, dikutip dari South China Morning Post.


Sementara itu, analis militer dan mantan instruktur PLA, Song Zhongping, mengatakan bahwa kamuflase dan desain peluncur rudal merupakan elemen kunci dalam taktik di medan tempur.

Tak hanya memiliki peluncur rudal misterius, China mempunyai beragam alutsista lain yang juga misterius.

Berikut empat senjata hingga alat utama sistem pertahanan canggih China yang masih misterius sesifikasinya:

1. Peluncur Rudal DF-17
Peluncur rudal jarak menengah DF-17 dipercaya merupakan senjata kendaraan luncur hipersonik aktif pertama di dunia, yang dinilai mampu memasuki pertahanan rudal Amerika Serikat.

Sebagaimana diberitakan South China Morning Post, China mendesain kendaraan tersebut memiliki kemampuan kamuflase.

Seorang sumber yang dekat dengan PLA juga mengungkapkan peluncur DF-17 ini merupakan versi modifikasi dari peluncur DF-16B.

Song juga menuturkan peluncur rudal ini dapat "menghindari deteksi satelit dan sinar infra merah dari radar dan drone."

Peluncur tersebut juga mampu mengubah sistem rudal PLA menjadi seperti "bunglon" dan dapat bersembunyi "di medan apapun."

2. Jet 'Siluman' Pengebom Xian H-20
Senjata misterius China lainnya adalah jet 'siluman' pengebom Xian H-20.

Seorang analis menilai jet pengebom tersebut kemungkinan memiliki desain sayap terbang siluman, dikutip dari South China Morning Post.

Berdasarkan pemberitaan The Diplomat, spesifikasi jangkauan, muatan, dan kecepatan jet tersebut masih belum diketahui.


3. Rudal Hipersonik
China dikabarkan memiliki rudal hipersonik yang canggih.
Wakil Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal John Hyten, mengungkapkan bahwa China sempat menguji rudal hipersonik yang bergerak "mengelilingi dunia."

"Mereka meluncurkan satu rudal jarak panjang. Itu bergerak mengelilingi dunia, menjatuhkan kendaraan luncur hipersonik yang meluncur kembali ke China, dan berdampak pada target di China," kata Hyten, dikutip dari CNN.

4. Kapal Induk Fujian
Pada Juni, China meluncurkan kapal induk ketiga mereka yang diberi nama Fujian.

Sebagaimana dilansir DW, media negara CCTV mendeskripsikan kapal itu sebagai "kapal induk pertama dengan tipe catapult yang seluruhnya didesain dan dibangun oleh China."

Nama kapal Fujian terinspirasi dari salah satu provinsi di China yang berseberangan dengan Taiwan. Beberapa orang menilai pemberian nama ini mengumumkan niat China untuk menyatukan Taipei ke Beijing.

Sejauh ini, Fujian diprediksi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan kapasitas operasional. Namun, tanggal pengoperasian kapal ini masih menjadi misteri.

Setelah China meluncurkan kapal induk ketiganya, beberapa pengamat menilai China bakal membuat kapal induk keempatnya mendapatkan tenaga dari nuklir.

Seorang analis keamanan dari Institusi Kebijakan Strategis Australia, Malcolm Davis, mengungkapkan kapal induk China selanjutnya kemungkinan bakal menggunakan tenaga nuklir.

"Kapal induk konvensional membutuhkan berbagai dukungan logistik, termasuk pengisian kapal dan secara ideal menerapkan basis operasi maju untuk menjaga operasi kapal selam, sementara kapal induk bertenaga nuklir tidak memerlukan bantuan sebanyak itu," kata Davis kepada South China Morning.

"Jadi, dari pandangan praktis dan operasional, saya menduga China bakal melakukan transisi menuju kapal nuklir dengan cukup cepat," lanjutnya.

Selain itu, Davis berpendapat tenaga nuklir membuat kapal induk dapat memiliki tenaga yang cukup untuk menjalankan sistem yang lebih canggih.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: